Heboh diantara Kita, dari Aa Gym sampai Video Mesum
Hari-hari ini, kita dihadapkan pada dua kejadian yang menghebohkan, sekaligus memprihatinkan. Semua media massa, dari yang serius hingga koran kuning, dari website berita serius sampai blog -termasuk blog ini juga
– membahas dua masalah ini.
Yang pertama, apalagi kalo bukan Aa Gym kawin lagi. The Holy Man versi majalah TIME itu tiba-tiba membuat keputusan kontroversial; menikah lagi, dengan mantan model pula! Sontak publik menjadikannya wacana diskusi hangat setiap hari, dari warung kopi sampai Istana Negara. Bahkan, polemik ini makin runyam karena Presiden SBY pun tiba-tiba memanggil tiga pejabat negara untuk membahas revisi PP yang mengatur poligami.
Tak pelak, sikap pro kontra makin berkembang. Ada yang menilai negara telah kebablasan dalam mengatur hal privat, sampai tudingan bahwa isu ini diangkat untuk meningkatkan citra SBY yang makin melorot. Maklum, selama ini SBY dikenal sebagai presiden yang paling aware mengenai image diri, dan wacana penerapan aturan poligami yang ketat bisa dianggap strategi SBY meningkatkan citranya di hadapan konstituen wanita yang merupakan pemilih terbesar, ehm…
Kasus kedua yang tak kalah heboh adalah kasus video mesum antara dua orang –yang kebetulan- mencitrakan dirinya adalah „orang Islam taat“. Yahya Zaini adalah mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam, sekaligus Ketua DPP Partai Golkar bidang Keagamaan. Sang „lawan main“ adalah penyayi dangdut bernama Maria Eva yang beberapa waktu lalu merilis album rohani bersama dua orang penyanyi lain dengan mengusung nama grup yang cukup berani; “Trio Solihah”!!!
Astaghfirullah… Kalau berdiskusi masalah Aa Gym mungkin lebih bisa dicarikan “underlying transaction” yang lebih bermartabat, alias perdebatannya masih enak diikuti, mulai dari penafsiran fiqih hingga sakit hati para ibu yang menjadikan Aa Gym sebagai role model keluarga ideal. Pokoknya, meski heboh, tapi sopan…
Lha, kalo si Yahya vs Eva? Ini benar-benar memalukan, lha wong skandal ini mendunia. Koran-koran terkemuka di seluruh belahan dunia memuatnya. The West Autralian memuat dengan judul besar: Sex, Lies and Videotapes – Indonesian MP Style. Mereka menjuluki skandal ini dengan “It’s Indonesia first real political sex scandal”.
Gulf News di Uni Emirat Arab menulis; Pressure on MP to quit after “naked video”, di Korea, Korea Herald memasang judul “Golkar Lawmaker Faces Ax over Sex Video”. Koran Australia yang cukup dikenal di Indonesia, Sydney Morning Herald menulis “Politician Naked Ambition Exposes a Moral Dilemma”.
Di New York, judul besar muncul “Sex, Lies and Cameraphones”, di Kanada muncul berita “Sex Tape Scandal Shocks Indonesia”. Di Italia juga ada, judul beritanya “Top Golkar MP Faces the Axe over the Sexy Video”
Luar biasa, mulai dari Asia, Australia, Eropa, dan Amerika menulis berita Om Yahya. Selamat Om, kayaknya ente jadi anggota parlemen Indonesia yang paling mendunia namanya, he he he
However, dari obrolan dengan teman-teman yang aktif terlibat politik di negeri ini, mereka bilang sebenarnya video itu sudah lama diketahui, bahkan dalam Rapimnas Partai Golkar yang lalu juga sudah beredar, namun waktu itu tidak sampai meledak. Kasus ini mulai terekspos media pasca Rapimnas, dimana beredar kabar bahwa Yahya Zaini masuk shortlist yang diajukan Partai Golkar untuk dijadikan menteri. Rencananya SBY akan melakukan reshuffle kabinet bulan Maret mendatang, dan nama Yahya Zaini masuk ke dalam daftar yang akan di-endorsed oleh Golkar. Bisa jadi sinyalemen ini benar, maka stigma “politik itu kejam” memang benar adanya…
Wallahu’alam.

Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.
Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.
Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.
Sedangkan, tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung Al-Qur’an itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?
Saat ini, banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur’an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.
Jadi umat muslim terjebak.
hai saudari B ALI…coba koreksi kitab u sendiri deh sebelum menilai kitab orang lain…jangan memperkeruh keadaan…biasanya yang suka memperkeruh itu setan/iblis…… berarti anda termasuk kawan dari…..? / belis….
Sudah Bang Ajay…
biarin aja, semakin banyak dia komen, semakin terlihat keterbatasan pengetahuannya, maka semkin terlihat juga kualitas intelektualnya.
Btw, makasih Bang Ajay udah mampir
sabar sodara” setanah air (sama” berasal dr tanah & air) dan sebangsa (bangsa manusia) maaf kadang kita merasa diri kita yg terbaik (apa iya ?), kadang kita menyuruh org merendah tp disisi lain kita merendahkan org, kadang kita sok tau tp gak nyadari kalau org lain blm tentu tau ,sekali lagi maaf sy hanya mencoba mengingatkan bahwa islam itu rohmatan alamin sekian mohon maaf yg buanyak bila ada kekhilafan kata mohon diingatkan wassalam
@Fertansyah
Saya bingung baca kalimatnya, Mas…
btw, terima kasih sudah mampir.
Boeat B ALI..menilai sesuatu hal apalagi kepercayaan orang lain jangan asal ngomong, bila agama atau kepercayaanmu dinilai dari sudut pandang Nafsu..apa kamu mau. Contoh satu saja..apakah “puji tuhan atau kasih” seperti Bom Atom Nagasaki & Hiroshima atau Bom Napalm di Vietnam atau lagi memecah belah kepercayaan negara lemah..sungguh ironis..tidak tahan mental menghadapi persoalan.
Kekerasan, kejahatan, sex bebas atau kebaikan, kasih sayang
di Amerika lebih banyak dilakukan orang Kristen, di Jepang lebih banyak dilakukan orang Buddha Shinto, di India lebih banyak dilakukan orang Hindu, di Inggris lebih banyak dilakukan orang Kristen Protestan, di Rusia, lebih banyak dilakukan orang Komunis, terus di Indonesia…anda tahu sendiri kan jawabannya..maka artinya bahwa jangan campuradukkan “kelakuan” seseorang dengan kepercayaannya..wong orang Papua pedalaman yang nggak punya Agama & Primitif aja marah bila dihina “mengapa kamu Animisme atau Dinamisme”
“SEBAGAI BAHAN PERENUNGAN BUAT B ALI YANG MERASA BERPENDIDIKAN LUAR NEGERI & SUDAH PINTAR MENGUASAI DIRINYA”
@Nasaravaginawati
thanks udah mampir
mungkin b ali ini masih mencari jati diri yang sudah lama hilang akibat terlalu lama menghayal tentang ketuhanan, tapi yang jelas b ali ini perlu bimbingan dari kita semua umat islam agar jangan sesat terlalu jauh yang mengakibatkan pola pikirnya rusak akibat terlalu memikirkan tuhan, tapi yang jelas islam itu mengajarkan yang terbaik buat umatnya, bukan agama barbar
@Jhonni
sudahlah, gak usah ditanggapi serius
Betul, setuju bang novri
)
lebih baik rapatkan barisan (shaf shalat shubuh terutama
hehe, bahas beginian pasti taringnya pada muncul. Alhamdulillah.
Buat Ali semoga beroleh petunjuk. Just keep on thinking. Kalau on the right track pasti ujungnya ketemu. Kalau belum ketemu, keep on trying. hehe.
@Andre
Betul Bro, mending kita rapatkan barisan dan tunjukkan betapa kita jauh lebih cerdas, lebih merbartabat, dan lebih manusiawi…