Timor Leste? Oh No…

2007 Maret 21
by n0vri

Sejak resmi memisahkan diri dari NKRI, kondisi Timor Leste masih saja belum menentu. Ekonomi berjalan sangat lambat dan sepenuhnya didorong oleh bantuan luar negeri dan konsumsi warga asing di sana, termasuk pasukan penjada perdamaian dan pekerja sosial. Maka kepergian sebagian besar warga asing dari Timor Leste menyusul berakhirnya masa ‘maintenance’ PBB semakin memperburuk keadaan.

Puncaknya adalah disersi hampir 500 tentara yang dipimpin Mayor Alfredo Reinado. Setahun berlalu dan para pembangkang ini masih terus bergerilya di hutan-hutan sambil sesekali menyerang pemerintah yang didukung pasukan elit Australia.

Kondisi ini memnacing banyak reaksi dan komentar, termasuk komentar aneh dari dari seorang pengajar Universitas Mataram, Satriawan Sahak, yang mengatakan “Melihat situasi dan kondisi sosial politik yang terjadi di daerah bekas jajahan Portugal itu pasca kemerdekaan setelah jajak pendapat 1999, berpeluang besar kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” katanya kepada wartawan di Mataram.

Komentar ini aneh bin ajaib, dan jawaban saya tegas mengatakan; Tidak Mungkin.

Banyak sebab. Dari internal Indonesia, siapapun pemerintah gak akan mau berjudi dengan memasukkan lagi Timor Leste ke Indonesia. Faktor ekonomis-nya Nol. Timor Leste hanya akan menambah beban ekonomi yang sudah sangat berat. Beban sosial, akan makin berat, Timor Leste adalah wilayah Katolik, tentu bukan pilihan mudah bagi pemerintah sebuah negara dengan populasi muslim terbesar untuk memasukkan sebuah sebuah wilayah miskin, terbelakang, keras, dan beragama Katolik ke dalam lingkup pemerintahannya. Pendeknya, memasukkan Timor Leste sekarang bukan lagi kerikil dalam sepatu, tapi akan jadi duri dalam daging bagi Indonesia. ribet Mas!!

Dari geo-politik kawasan, Australia tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Aussie akan melakukan segala cara untuk mengamankan wilayah Timor Leste untuk tetap merdeka tetapi berada dalam pengaruh Canberra seutuhnya -jika tidak bisa dibilang protektorat- Selain diduga kaya minyak, letaknya sangat strategis untuk memantau langsung Indonesia dari pintu belakang kita sendiri, bayangkan betapa enaknya memantau Indonesia dari wilayah Oekusi dibanding harus berada di Darwin yang jelas mesti menyebrang laut?

AS, PBB, Singapura yang selama ini mendukung pemisahan Timtim akan kehilangan muka, dan itu pasti setengah mati dicegah.

Jadi menurutku pribadi, biar saja Timtim mengurus dirinya sendiri. Soal penyesalan, itu sih masa lalu dan urusan mereka sendiri. Mau mati kek, mau hancur kek, mau bunuh-bunuhan kek, terserah. Masih banyak hal di Indonesia yang perlu dipikirkan dan diperbaiki. Wialayah NTT masih banyak terbelakang dan terisolasi, trans-kalimanatan belum beres, bencana di mana-mana, konflik masih terus ada, transportasi masih jadi killing machine, dan korupsi masih jadi kanker stadium empat. Kenapa mesti mikirin Timor Leste???

35 Tanggapan leave one →
  1. 2007 April 4
    Imam Haryanto permalink

    Ibarat seorang anak angkat yang kemudian ‘melepaskan diri’ dan mencoba hidup sendiri, namun kemudian merasakan kehidupan yang tidak lebih baik dari sebelumnya, wajar kalau kemudian mereka mencoba membandingkan kehidupannya dengan saat mereka masih satu atap dengan kita (NKRI). Buat mereka, barangkali tidak penting apakah berada dalam ‘lindungan’ induk semang yang satu dengan yang lainnya, yang penting bisa hidup aman dan sejahtera.

    Masalahnya, seringkali ‘orang-orang di sekitar kita (baca negara)’ memiliki kepentingan dengan kehidupan kita, dengan status kita, demi kepentingan mereka juga, tidak terkecuali dengan apa yang dialami saudara kita, Timor Leste.

    Buat saya pribadi, sebaiknya jangan terlalu cepat kita ‘menutup pintu’ untuk kembalinya Timor Leste meskipun bukan berarti serta merta kita ‘membuka pintu’ untuk mereka juga. Rasanya kita perlu melakukan kajian mengenai ‘keuntungan dan kerugian’ bila si anak angkat kembali, tidak hanya semata-mata dari sudut pandang ekonomi, namun perlu kita kaji dari seluruh aspek yang ada. Dan rasanya kurang etis dan tidak bermoral bila tetangga kita mati atau hancur, sementara kita mampu mengulurkan tangan untuk sedikit membantu meringankan penderitaannya.

  2. 2007 April 5

    Sorry Pak, kajian 26 tahun Timor Leste selama berada dalam NKRI sudah cukup menjelaskan. Soal “melihat tetangga hancur” bukannya itu yang dilakukan Aussie terhadap Indonesia dlm kasus Timor Leste selama ini?

    Apakah fait a ccompli yang dilakukan secara konspiratif Howard-Annan bisa disebut “etis dan bermoral”?

    Pelecehan diplomatik yang dilakukan negara-negara tetangga ketika RI berjuang di PBB apakah etis dan bermoral? Ketika Malaysia, Thailand, Brunei, Filipina, tegas berada di belakang Indonesia, justru Australia dan Singapura yg didukung elit Timor Leste (Xanana, Horta, Belo, Matan-Ruak, Alkatiri) serta negara-negara eks jajahan portugal justru mendiskreditkan Indonesia, apakah itu masih perlu ditambah “kajian mendalam”?

    Enough is enough. Soal bantuan kemanusiaan, bukankah Indonesia selama ini yang berada di barisan paling depan? Dengan membuka akses bagi bahan pokok, bahkan jaringan listrik? Bantuan kemanusiaan adalah hal mudah, tapi menerima kembali Timor Leste; NEVER!!!

    Thus said n0vri!

  3. 2007 September 6
    hadi permalink

    Rasain lo…. siap2 menuju ke kehancuran sejati timor leste…..

  4. 2007 September 6

    hehehe…
    maaf postingan saya kesannya kejam. Mungkin sedang jengkel ketika posting ini ;)

  5. 2007 Oktober 18
    Kaitaro permalink

    Itu baru rasa, bagaimana memenuhi kebutuhan perut sendiri. Timtim (dulu) itu dikasih makan ama Papua, rumahnya juga dibangun oleh Papua… setelah merdeka, mana janji Ausi yg dulu getol membantu kemerdekaannya. Yang jelas mereka akan dihisap (SDA nya) oleh Ausi

  6. 2007 Oktober 24

    Ya Mas, kalo dibandingkan dengan Papua, serasa gak Adil. Papua berhak mendapatkan jauh lebih banyak dari yang mereka terima saat ini.

  7. 2007 November 7
    Koko permalink

    Sudah saatnya warga Timor Leste menjadi manusia yang bertanggungjawab bagi dirinya sendiri dan dunia intenasional. Kita sebaiknya tenang-tenang saja melihat mereka, sembari menjaga ketat perbatasan kita. Biar Canberra yang pusing kepala. Memang benar kata pepatah, siapa yang tertawa terakhir kali, dialah yang “menang”

  8. 2007 November 7

    @Koko
    saya akur Mas :)

  9. 2007 November 27
    alex_jb permalink

    TIMOR TIMUR TAK TAHU DIUNTUNG………
    USKUP BELLO HARUSNYA BERTANGGUNGJAWAB………….

  10. 2007 November 27

    @alex_jb
    sabar Mas… ;)

  11. 2007 Desember 19
    David permalink

    Kalo memang suatu saat rakyat Timor Leste mau bergabung kembali dengan Indonesia,saya usulkan Timor Leste diberi status sebagai Wilayah Administratif Khusus, seperti Hong Kong dibawah China.
    Kecuali urusan hubungan luar negeri dan pertahanan eksternal,
    Timor Leste diberi hampir seluruh kewenangan seperti halnya sebuah negara berdaulat.Jadi Indonesia gak perlu repot2 harus ngeluarin duit dari APBN utk membangun wilayah itu jika mereka bergabung lagi.
    Biarkan saja pemerintah Timor Leste sendiri yang mencari dana dan investor untuk membangun wilayah itu.

    Saya termasuk orang yang sedih ketika mendengar hasil Referendum tahun 1999 yang memenangkan kelompok pro-kemerdekaan.
    Terlepas dari kebrutalan aparat TNI/POLRI memperlakukan rakyat Timor Timur saat masih bergabung dengan Indonesia,namun jangan lupa sudah banyak pula hal yang dilakukan Indonesia dalam membangun wilayah Timor Timur agar kehidupan rakyat lebih baik.

  12. 2007 Desember 19

    @David
    For the time being, rasanya menjadi muskil buat buat Timtim kembali menjadi bagian NKRI, meski menjadi Daerah Administrasi Khusus sekalipun.

    IMHO, elite mereka tentu tak ingin kehilangan priviledge yang sekarang mereka nikmati. Dan yang paling penting, negara-negara seperti Aussie akan melakukan apa saja agar itu gak terjadi. Sekali lagi masalah kepentingan domestik mereka. Mereka akan lebih mudah berngeosiasi dan ‘menguasai’ pemerintah Timtim yang miskin dan lemah, dibanding harus bernegosiasi dan menghadapi Indonesia.

  13. 2009 Februari 14
    ajib permalink

    halah, ngapain diterima lagi…
    biarin aja…..

  14. 2009 Februari 14

    @ajib

    betul… :)

  15. 2009 Februari 24

    titik awal kemenangan politik dan diplomasi negara kita di panggung internasional bisa jadi berawal dari kembalinya si anak angkat timtim itu dan dalam jangka panjang akan menguntungkan posisi indonesia

  16. 2009 Februari 25

    @istamar
    IMHO, malah bisa jadi backfire, justru titik awal hancurnya politik luar negeri Indonesia. Pasca melepaskan Timor dan perdamaian Aceh, citra internasional kita justru membaik. Kalau kita masukkan lagi Timtim, nanti kejadian dulu terulang. Citra kita buruk di mata internasional, ke dalam negeri muncul kecemburuan daerah lain yang selama ini meberi kontribusi lebih banyak bagi pembagunan.

  17. 2009 Maret 12
    ihiki permalink

    ih, ngapain nerima Timor lagi….
    Ngerugi dua kali…
    Anggep aja 20 tahun ke depan, Timor kembali ke Indo dan lumayan maju….
    apa nggak berabe kalo tau tau mereka minta merdeka lagi…?

  18. 2009 Maret 20

    Komentar kalian semua hanyalah komentar SAKIT HATI, Timor Leste merdeka adalah hak kami, karena kami tidak pernah meminta negara RI invansi tanah kami dan para ABRI mencuri dan memerkosa perempaun2 kami, tetapi ABRI sendiri banyak yang mati seperti binatang di tangan PAHLAWAN2 kami, mereka hanya taui memerkosa tapi tidak tau berperang makanya kami bisa menendang their ass out of Timor Leste…

    Kami sudah hidup enak, ngapain gabung lagi dngan bangsa yg masih miskin juga (lihat aja banyak pengemis2 duduk di jalan2 tanpa dikasihani dan diperhatikan pemerintah pusat) dekat dengan [usat aja dah gini apalagi dengan propinsi2 yg jauh.

    Minyak dan sumber daya alam kami mungkin bisa membantu rakyat miskin yg hidup di bwahkolom jembatan itu…

    Viva Timor Leste!!!
    Berani mati demi membela kamu….

  19. 2009 Maret 21

    ….
    Akhirnya penderitaan itu benar-benar menjadi kenyataan sejak merdeka hingga kini. Kesulitan perekonomian semakin mendera rakyat Timor Leste. Perekonomian terus merosot, Timor Leste terperosok sebagai negara termiskin di Asia Tenggara.

    Siapapun presidennya, Timor Leste tidak akan dapat merdeka dan berdaulat dari campur tangan negara asing. Campur tangan negara asing pimpinan Australia merupakan kebutuhan bagi penguasa Timor Leste dalam menghadapi konflik antar faksi dan pemulihan ekonominya. Pemerintahan Australia berkepentingan dalam pengolahan minyak di Celah Timor dengan prosentase perbandingan 80 persen untuk Australia dan 20 persen untuk Timor Leste. Agaknya “andekdot” minyak di Celah Timur Leste di tukar dengan Bir terbaik buatan Australia ada benarnya?.

    Selengkapnya baca di http://poclapo.blogdetik.com/

  20. 2009 Maret 23
    Andre permalink

    Buat Maubere Fretelin,
    Lu pede banget ya, lu itu orang yang lupa kacang ma kulitnya, kalau otak lu pintar dan mau jujur, lu liat keadaan sekarang ama masih gabung ma NKRI, jaman itu gak ada yang susah di tempatmu, gak kayak sekarang, lu bilang NKRI miskin, hanya karena lu liat banyak pengemis dan gelandangan, lu mestinya melek juga di negara sekaya amerika aja masih ada gelndangan, emang timor leste kaya, negara lu tuh negara termiskin di asia, bodo amat, lagian siapa juga yang mau menerima Tomor Leste balik ke NKRI lagi, paling juga ngabisin dana RAPBN kayak yang lalu-lalu. Lu orang yang paling gak tahu diuntung, kalau saja gak ada Fretilin yang memberontak waktu itu gak mungkin juga ada perang disana, lu liat aja kalau nggak ada pemberontak semua tempat pasti aman, lu liat aceh, setelah gaka gam juga aman. makanya kalau komentar juga mesti pakai otak, jangan asal ngablak. Liat tuh presiden lu, ketika terjadi kerusuhan, ketika terjadai kelaparan siapa yang bantu??? MAsih negara tercinta GUA, NKRI, COBA LU JABARKAN< apa yang sudah negara lu perbuat buat negara laen??? Gak ada !!!! Dasar orang bego kayak lu aja yang dikibulin ma AUsie……..!!!!

  21. 2009 Maret 23
    Andre permalink

    sorry bro, gua emosi :)

  22. 2009 Maret 23

    Harusnya kamu belajar sejarah sebelum menulis opini kamu. Kamu tau kapan Indonesia melakukan INVANSI tanpa ALASAN ke tanah air kami TIMor Leste??? Atau kamu telah di bphongi oleh sejarak negara RI kamu tuh yg seolah2 mengatakan bahwa Timor Leste adalah bagian dari NKRI??? Makanya kamu bodoh, lom tau sejarah. Indonesia merdeka tahun 1945, Timor Leste dijajah ma RI tahun 1975, kamu tahu daru tahun 1945 – awal 1975 Timor Leste di bawah kekuasan siapa??? apa Timor Leste juga masuk Wilayah NKRI juga pada saat yg sama tahun 1945??? Dasar bodoh banget. Kami negara termiskin itu dihitung dari pendapartan GDP kami, tapi semua rakyat kami meskipun g dapat duit sehari tapi masih bisa makan dan hidup karena bayanyaka sawah dan ladang kami g seperti mati kelaparan di SULAWESI itu. Lagian kalau APBN lebih besar ke Timor Timur waktu itu, sudah wajar karena waktu itu RI sama Australia udah mengali sumur minyak milik rakyat Timor Leste di TIMOR GAP..tau….

    lu memang ga pantas beroipini, belajar lg bro..jangan aasal ASBUN…..

    tau,,dasar…

  23. 2009 Maret 23

    Orang kalau belum ada li pangan pastinya hanya beropini berdasarkan MEDIA yang di nonton…nah kelemahan itulah yg dulu kami pake untuk ngehobongi petingi2 militer waktu itu yg bertugas di Timor – Timur dan banyak yg mati konyol kjarena dihobongi..hehey..

    Kalau berbicara mengenai pemberontakan, RI aja dari tahun 1945 sudah terjadi pemberontakan 17 kali, salah satunya PERMESTA, dll…pasti lu tahu khan….

    Kalau ACEH itu karena mereka ga tau diplomasi..kalau orang Timor Leste tau diplomasi, liat aja sekarang banyak anak2 Timor Leste yg hidup di Eropa dan Amerika, Australai yang ikut mengajak seluruh dunia mendukung kami untuk lepas,,,kallian aja yg sampai sekarang seperti boneka Amerika…
    kalu nulis lagi baca dulu sejarah ok, jangan asal bunyi dan beropini seperti orang gila.hehehe…

    paham bung….

    caooooooooooo

  24. 2009 Maret 23

    Belum ada bencana kelaparan pasca kemerdekaan bro,,,,dan tidak ada bantuan dari negara NKRI luh (buktinya mana???kapan???for what???), Pemberontakan ALfredo apakah anda tau sebab utamanya??? gw beritahu nih, itu karena tentara2 Timor Leste ngeributin soal siapa yg paling berjasa mengusir indoensia dari tanah air kami..sekarang lu tau khan…

    Berbicara keadaan sekarang sudah pasti sangat berbeda dengan waktu masih bergabing ma NKRI, ini alasanya:
    - Kami membangu sendiri sarana dan prasarana kami, dibantu oleh 7 negara berbhasa Portugis (5 negara di Afrika, 1 negara di amewrika latin, dan Portugal).
    - Pemulihan hari kemerdekaan adalah tahun 20 mei 2002, karena kemerdekaan tanggal 28/11/2008 tidak diakui seluruh Dunia hanya PBB yang mengakui hari itu pada tahun 1979.
    - Minyak Bumi dari celah TImor Leste udah bisa dikelola dan hasilnya adlah: Semua sekolah dari SD – Perguruan Tinggi adalah gratis sekarang ini, Rumah Sakit gratis untuk penyakit apapaun tanpa bayar SEPESERPUN.
    - Beasiswa tersedia untuk semua pelajar Timor Leste, untuk saat ini 2500 mahasiswa dikirim ke CUBA untuk belajar kedokteran, 50an ke Jepang belajar Teknik, 2000 ke berbagai negara di EROPA untuk berbagai jurusan. Belum lagi yang ada di Australia sama New Zealand n Amerika.
    - Memberikan dana USD 1 juta untuk rakyat ACEH tahun 2004, diserahkan langsung ke SBY.
    - menerima 3000an lebih rakyat Indoensia untuk mencari nafkah di Timor Leste, dengan catatan harus memiliki PASSPORT.
    - Kami pasti akan memerlukan TKI untuk mengurus Ladang dan menjadi PRT.
    - Kedutaan besar kami udah ada di beberap negara dengan dukungan dana dari DEVISA negar kami sendiri.
    - Tiap hari minyak di celah Timor (di LAUT) memasukan income 80Juta USD, karena. Belum lagi minyak bumi di tanah.
    -dll..
    cari aja di internet banyak kok yag bisa kamu dapat….

    maksih..
    ‘ A LUTA CONTINUA CONTRA POBREZA’
    anda bisa bahasa Belanda g, atau Portugis??? atu bahasa INggris??
    saya welcome tiga bhs ini untuk berdiskusi disini…

  25. 2009 Maret 30
    anik permalink

    Salam,
    menarik sekali perdebatan kalian…. tapi saya tidak bermaksud untuk ikut berdebat karena saya tidak memiliki kapasitas dalam hal ini. Saya hanya ingin menyampaikan terma kasih atas informasi yg dipaparkan tentang Timor Leste. Novri, apakah bisa menyapa Maubere?
    Salam

  26. 2009 Maret 30
    Ramaena permalink

    Maubere…aku salut buat kamu, harusnya ada warga NKRI yang punya militansi hebat kayak kamu, memberikan paparan berdasar fakta sejarah. Hebat bro terusin aja….itu loyalitas pada bangsa kamu. Saya WNI yang menghargai kebebasan bernegara…so…sampai jumpa di timor leste :)

  27. 2009 Maret 31

    Terima Kasih buat ANik dan Ramaena, Sya tidak bermaksud untuk mengatakan yg tidak2 tentang NKRI, kami mendukung utuh NKRI sekarang. Tapi saya tahu bahwa anda dan kami memang memiliki perasaan yg sama terhadap negara masing2.

    Saya berterima kasih kepada anda berdua, karena udah bisa memahami hati kami. Sallut buat kalian berdua.

    Karena Timor Leste dan Indonesia adalah negara tetangga ada baiknya melupakan masa lalu, dan melihat ke depan ke masa depan yg lebih bagus, Kalau Indonesia dan Timor Leste bisa bekerja sama dengan baik maka saya yakin bisa menjadi sebuah pioneer karena kerja sama ini unik.

    GB Indonesia n Timor Leste

    Maju Terus Indonesia
    Maju terus Timor Leste

    SHaloom!!!!!!!!

    Maubere

    • 2009 Agustus 4

      Hi Maubere

      That’s a great
      But I hope your country can prove it to your people.

  28. 2009 April 6
    ramaena permalink

    setuju maubere, saya sangat setuju dengan kamu, mari kita menjalin hubungan baik antar negara tetangga, tidak usah kita saling berdebat, eh ngomong2 maubere sedang dimana?? di Indonesia atau di Timor Leste?? kalau jadi saya ke Timor Leste kita bisa ngobrol banyak disana, thanks
    sukses selalu buat kamu maubere

  29. 2009 Mei 21

    buat andre yang bego,

    km adalah satu satuya orang indonesia yang paling bodoh,
    bayangkan, kemerdekaan yang kami raih dengan perjuangan yang begitu panjang dan demi membela kemerdekan kami, banyak rakyat rimor leste yang mengorbangkan nyawa dan darahnya, bahkan rakyat trimor leste yang di bunuh oleh tentara indonesia selama masih bergabung dengan indonesia itu jumlahlanya lebih banyak di banding dengan jumlah penduduk yang hidup sekaran ini,akan mau bergabung kembali dengan NKRI aneh, hanya dalam mimpi aja pun timor leste tidak akan bergabun kembali dengan NKRI, sungguh di sayangkan ternyata masih ada dosen indonesia yang sama bodhnya dengan dengan andre, kometarnya enak sekali kaya kemerdekan timor leste itu merupakan hadiah pem erian dari indonesia, sehingga akan dengan mudah kembali lagi ke NKRI,

    viva frente

  30. 2009 Mei 22
    tomi permalink

    goyang dombret….. goyang dombret….. kang dadang….. paling kasep saya suka akang suka sekali bang mandor…. paling ganteng saya demen abang demen sekali ayo dong kang bergoyang biar saya temenin, nyayi dangdut buat ngilangin stres asik…. ngapain ribut ribut yang sudah mah sudah gak usah di bahas timor timor tu gak cocok jadi bagian nkri soalnya wajahnya gak cocok gak ada kelas tukang ribut gak tau di urus. rakyatnya lagi berharap klo merdeka bakal hidup enak brkecukupan pada ahirnya gak sesuai harapan, kaciannnnnnn de loh

  31. 2009 Mei 22
    tomi permalink

    ngapain pada merdeka orang jaman sudah berubah merdeka sekarang tu beda lain klo jaman dulu yang ada malah susah tambah parah susahnya, negara negara yang sudah lama berdiri dan maju saja lagi kesusahan apa lagi yang baru seumur jagung, merdekanya nanti aja di akhirat klo di dunia gak ada artinya jadi pahlawan sekalipun gak di jamin masuk surga buang watu yang ada lagian tuhan gak suka dengan keserakahan egois dan cari untung yang di atas pasti lebih tau. pokoknya orang bule itu jahat sombong suka menjajah mengadu doba demi keuntungan mereka kenapa gw ngomong orang bule jahat liat aja sendiri yang suka ikut campur kan mereka mereka, menghalalkan segala cara perilaku gak jauh dari binatang liat aja di internet ada sex animal porn ajing kuda buat ngesex dan rata rata pemainya orang orang itu seredah redahnya orang timur masih lebih berharga dari mereka yang lebih ok

  32. 2009 Agustus 29
    pemikir permalink

    saya adlah warga negara indonesia,biarlah timorleste berdiri sendiri toh gabung sama indonesia gak ada guna,hasil bumi sedikit belum lagi jiwa kekerasan yang tercipta,mending kita bangun ntt,lihat pulau komodo jadi nominasi 7 wonders belum lagi panorama pantai kupang.plus kunjungan wisman ke pulau alor,yang penting kita tingkatkan kemajuan di ntt

  33. 2009 September 27

    menurut saya,kita tidak usah lagi membahas masalah timor timur ,lebih baik bagai mana kita memikirkan keadaan indonesia yang slalu saja dilanda musibah.

  34. 2009 September 27

    yang lalu biarlah berlalu,mari kita buka lembaran baru

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS