Lanjut ke konten

Kartu Kredit, Perlu Punya Gak Sih?

April 20, 2007

Pada dasarnya Kartu kredit itu bisa dilihat sebagai dua hal:

a. alat pembayaran
b. fasilitas utang

Nah, karena itu punya keuntungan dan kerugian:

1. Keuntungan
- bisa dibayar belakangan (artinya beli hari ini, bayar belakangan, maksimal 45 hari)
- bisa jadi jalan keluar saat butuh uang mendadak, misalnya masuk rumah sakit malam hari
- alat pembayaran, nggak perlu bawa uang tunai dalam jumlah besar.
- Bisa mengkonsolidasikan seluruh tagihan, misalnya telepon, listrik, TV Kabel, sehingga kita nggak perlu inget tanggal jatuh tempo masing-masing, cukup ingat satu tanggal tagihan kartu kredit saja.

2. Kerugian
- Bunganya besar, kalo kita nggak bayar seluruh tagihan, maka bunga akan dihitung berdasarkan besarnya tagihan awal. misalnya kita ada tagihan 5 juta, kita bayar 4,9 juta (sisa 100 ribu) maka bunga yang dikenakan berdasarkan pembelanjaan yang 5 juta, bukan yang seratus ribu. Jelasnya di klik sini.
- Bisa jadi bumerang, karena kalo kita nggak sadar, maka kita akan terlilit hutang. Ingat bunga kartu kredit akan dihitung secara “bunga berbunga” artinya semakin lama, maka semakin besar.

Menurut saya, kita PERLU PUNYA. Tapi dengan kesadaran bahwa kartu krredit yang kitya punya semata-mata alat pembayaran.

Jadi, belanjalah dengan kartu kredit untuk belanjaan yang uang untuk membayarnya sudah ada. Bukan belanja dengan uang pembayaran yang belum jelas, apalagi sekedar gengsi.

Kartu Kredit; punya plus minus bagi penggunanya

Kalo bisa, selalu membayar penuh setiap tagihan, agar tidak terkena bunga yang sangat tinggi. Rata-rata bunga kartu kredit sekarang adalah 4% per bulan atau 48% per tahun.

Jangan pernah berpikir bahwa kartu kredit sebagai sarana utang, karena akan sangat merepotkan di masa yang akan datang.

Kita bisa membuat pembayaran kartu kredit kita tanpa dikenakan bunga atau pinalti, sepanjang kita membayar tepat waktu dan full amount (seluruh tagihan).

Misalnya begini:

Pencatatan tagihan kartu kredit kita adalah setiap tanggal 1. Artinya seluruh pembelanjaan kita sebelum tanggal tersebut akan ditagih pada tanggal 1 itu. Nah, jika tanggal pencatatan adalah tanggal 1 maka jatuh tempo tagihan biasanya 15 hari setelahnya, misalnya tanggal 16.

Nah, misalnya Anda belanja antara tanggal 2 Februari sampai 28 Februari, maka akan tercatat tagihannya tanggal 1 Maret, dan jatuh tempo tanggal 16 Maret.

Atas tagihan tersebut, sepanjang Anda membayar sebelum tanggal 16 Maret, maka tidak akan terkena bunga apapun.

Pemegang kartu kredit akan dikenakan biaya iuran tahunan atau annual fee. Besarnya iuran tahunan umumnya 150 – 200 ribu per tahun untuk Silver/Classic, 300 ribu untuk Gold Card atau 750 ribu-satu juta untuk Platinum. Tapi biaya itu biasanya digratiskan jika kita belanja dalam jumlah tertentu selama setahun, biasanya dikonversi dalam bentuk reward points.

Nah selamat memiliki kartu kredit!

Postingan Terkait:
Cara Menghitung Bunga Kartu Kredit

About these ads
42 Komentar leave one →
  1. April 24, 2007 9:30 am

    Saya pikir, feature credit card sekarang lebih baik dari pada awal2 diperkenalkannya credit card. Salah satunya yang positip adalah privellage seperti akses ke lounge jika sedang bepergiaan dengan pesawat udara, mendapatkan harga murah seperti Buy 1 get 1 terutama buat yang hobby nonton hehehe.

    Dengan adanya ‘perang’ issuing bank, tentunya amat menguntungkan kita sebagai pemegang kartu. Soal jadi mudarat atau ga, kembali pada diri kita sendiri. Ada yang ga punya credit card, tapi tetap aja kebelit utang .. ya minimal ama warung tetangga hehehe.

  2. April 24, 2007 10:17 am

    Betul Mas, soal manfaat atau mudharat, tergantung masing-masing individu. Kalo emang seneng-nya ngutang, gak pake kartu kredit juga bisa, he he he.

    Nah, kalo features kartu, yah memang pihak yang jualan kartu mesti pinter-pinter cari celah pemasaran. Priviledge pun disesuaikan, misalnya untuk free-airport lounge yang sering kita pake itu. Beberapa Bank, seperti Citibank dan Danamon sudah menghapus sebagian, artinya kalo dulu pemegang Gold Card dari dua bank itu bisa pake free airport lounge, sekarang gak bisa lagi, yang boleh pake cuma card holder Platinum atau Infinite. Mungkin karena gold card holder jumlahnya makin banyak, jadi Bank-nya mesti nombok banyak ke penyedia jasa airport lounge…

  3. April 24, 2007 11:35 am

    Ya Citibank sejak 1 Maret kemaren, untungnya aku punya kartu lain yang masih bisa gratis hehehe :) .. makanya wajar kalo sebagian orang bisa punya card lebih dari satu bank. Dan kalau sipemegang kartu pinter – walaupun punya banyak kartu – bisa gratis annual fee loh. Ya, memang mesti begitu mensiasati ongkos hehehe.

  4. April 25, 2007 11:01 am

    Bener Mas, kalo pinter-pinter bisa dapet annual fee gratis, misalnya dengan tukar poin (citibank), atau kalo memang recordnya bagus, minta sama bank-nya untuk di-waived biasanya dikasih.

    Kalo saya, Alhamdulillah ada beberapa kartu utama + kartu tambahan yang gratis selamanya, kalo masih mau kerja di bank ini, he he he…

  5. April 28, 2007 12:13 am

    Mau punya kredit card,, tapi buat apa ya??
    mau beli komik?? tanggung,, mau jajan di warung, ga ada gesekannya,, ckckck,, ;)

  6. April 30, 2007 6:44 am

    Lho, kalo di warung kan gak perlu gesekan kalo mau kridit…
    he he he

  7. Mei 3, 2007 12:32 am

    hehehe, saya belum punya, jadi malu nih. Sudah disuruh bikin sama istri, nggak bikin-bikin.
    Ternyata penting juga ya.

  8. Mei 3, 2007 7:25 am

    Bikin Cak…
    yang free annual fee banyak kok… MU Card? he he he promosi banget :P

  9. desi permalink
    Juli 13, 2007 9:52 am

    aku khan barusan ditelpon sama Danamon, katanya KTA bisa cair Rp.30jt (hore…bisa renovasi rumah) bunga 1.2%/bln

    tapi ternyata pinjaman itu dibarengi keanggotaan Visa Gold (iuran 300rb/thn), padahal aku udah punya MasterCard Gold dari BNI

    gimana dong…ambil nggak ya KTA nya? aku butuh duit itu tapi nggak mau kartu kreditnya

    toh selama ini yang BNI juga nggak pernah overlimit (berarti udah bisa memenuhi keperluan belanjaku) dan selalu gratis iuran tahunannya lewat poin rewards

    gimana ya??? binun…

  10. Juli 13, 2007 10:00 am

    Bisa minta Danamon meng-cancel credit card-nya Mbak? Bilang aja belum perlu. Atau bilang Danamon, kalo Anda bersedia pake credit-card nya tapi minta dihapuskan annual fee nya.

    Mudah-mudahan bisa, Danamon rugi juga kalo Anda sampe batal ambil KTA-nya karena harus satu paket sama card.

    Kalo memang mereka nggak mau, banyak KTA yang lain kan? HSBC, ABN Amro, Citifinancial (Citigroup), merupakan contoh Bank-bank yang gencar menawarkan KTA-nya.

    Pesan saya, jangan sampe KTA-nya berubah jadi Kredit Tanpa Angsuran alias macet ya :)

    selamat ambil kredit :)

  11. doeytea permalink
    September 5, 2007 1:46 pm

    Wah, kalau soal kartu kredit saya termasuk orang yang konservatif. Sampai sekarang saya berprinsip “tidak” pada kartu kredit. Sampai saya bingung alasan apa yang harus saya jelaskan ketika ada orang menawarkan kartu kredit di kantor. Saya khawatir kartu kredit akan lebih mendorong saya menjadi lebih konsumtif. Kalau sekedar sebagai alat pembayaran lebih baik saya pake kartu debet atau uang tunai. Pengendaliannya lebih gampang.

  12. September 5, 2007 1:51 pm

    Ndak apa-apa Mass, kan itu pilihan. Kartu debet juga pilihan yang bagus, tapi dana mesti cukup untuk kondisi darurat sekalipun. Misalnya mesti masuk rumah sakit mendadak dan perlu biaya besar sedangkan gajian masih minggu depan, maka kita akan kesulitan. Hal-hal seperti ini bisa dibantu dengan adanya kartu kredit.

  13. yanz permalink
    Oktober 28, 2007 12:50 pm

    emang bisa y punya kartu kredit tapi ga usah bayar annual fee……? gmana tu…………? emang klo bloom punya kartu kredit laen ga bisa buat mu card ta……….? thankz

  14. Oktober 30, 2007 3:53 pm

    @yanz
    Bisa saja punya kartu tanpa bayar annual fee. Biasanya untuk tahun pertama sebagai bagian dari promosi. Untuk tahun-tahun berikutnya, bisa juga dengan menukar point reward yang kita kumpulkan dari nilai belanja kita selama setahun itu.

    Untuk MU card, mungkin bisa langsung hubungi bank penerbit, dalam hal ini Bank Danamon.

    Thaks kembali, Yanz.

  15. Roy permalink
    November 26, 2007 1:51 pm

    Terima kasih telah membuat blog ini. dan membahas tentang kartu kredit.Saya Roy marketing kartu kredit UOB Buana. Bagi yang berminat apply kartu kredit UOB Buana hub saya di 0817 834 539

    • simon permalink
      Desember 11, 2009 3:40 pm

      untuk luar daerah bisa?.

  16. November 26, 2007 2:38 pm

    @Roy
    kalo ada yang apply ke Anda tolong tanya asal muasal aplikasinya, ya…
    kalo ternyata tahu nomor telpon Anda dari blog ini, saya mau minta bagian komisi… :D

  17. yuuf permalink
    November 28, 2007 1:03 am

    mas n0vri,
    kl platinum, gaji perbulan mesthi berapa ya??

    dl sy apply kartu kredit buat di airport lounge. eh… sekrg mesthi potong point. :(

  18. November 28, 2007 8:02 am

    @yusuf,
    setahu saya, kartu Platinum itu untuk limit kredit di atas 50 juta, meski dalam bebrapa kasus, ada juga yang di bawah itu, misalnya BII Platinum Card yang -maaf bila agak kasar- terkesan diobral karena dengan sangat mudah diugrade dari gold card nasabah. Ada kenalan saya yang dapat kartu Platinum BII dengan limit hanya 15 juta.

    Nah, dengan limit di atas 50 juta, jika kita mengacu pada ketentuan Bank Indonesia terbaru yang mengatur bahwa limit kartu hanya boleh 2 kali pendapatan bulanan, maka idealnya pemegang kartu platinum memiliki pendapatan 25 juta setiap bulannya.

    Sekali lagi, bisa juga sesorang dengan gaji di bawah itu memiliki kartu Platinum, misalnya jika ia memiliki hubungan perbankan yang cukup lama dan memiliki track record pembayaran yang baik, bisa saja seseorang dapat kartu Platinum.

  19. yusuf permalink
    November 29, 2007 4:11 am

    wah lumayan jg ya…
    kyknya yg jor2an nggak hanya bii mas.
    kk dan temen sy dpt dikirim platinum-nya mandiri.
    padahal, apply aja nggak. temen saya ampe bingung..
    hehehe.. scr gak pernah urusan ma kartu kredit.
    dan perbulannya jg gak nyampe sejumlah yg mas novri sebutkan.

    payah memang citibank. limit kredit sy br dinaikin stlh sy ketawain telemarketer-nya krn nawarin pinjaman. sebulan setelah telepon itu, br ada pemberitahuan kenaikan limit.
    hehehe..
    tp gak ngaruh jg seh, sy cmn make buat alat pembayaran sj, yg notabene gak ampe jor2an.

    mumpung lg ngomongin per-duit-an :),
    sy mo nanya ttg pajak, sapa tau mas novri pernah tau.
    untuk reimbursement medical ke perush, itu kena pajak nggak ya mas??
    di tempat sy dimasukkan ke benefit yg mesthi kena pajak. cmn, setahu sy, kl berobat ke rmh skt yg dikelola sendiri, tidak ada pajak2an. pernah denger yg beginian mas?

  20. November 29, 2007 9:10 am

    @yusuf
    Setahu saya kalo reimbursement ke kantor itu ada dua:
    1. Jika itu merupakan klaim asuransi, dimana kita (baik karyawan atau perusahaan) yang membayar premi kemudian mengajukan klaim, maka itu tidak termasuk obyek pajak, alias gak perlu bayar pajak.,
    2. Jika reimbursement itu merupakan benefit kantor yang bukan berupa asuransi, maka itu kena pajak. Karena segala kenikmatan yang diberikan perusahaan kepada karyawan, termasuk honor, uang lebur, dan tunjangan kesehatan, itu harus dikenakan pajak.

    semoga membantu ya Mas Yusuf.

  21. yusuf permalink
    November 29, 2007 10:41 am

    oo begitu ya.. baru tau saya.
    makasih banyak mas novri, atas diskusinya. sukses selalu untuk anda.

  22. November 29, 2007 10:49 am

    @yusuf
    makasih kembali. sukses juga untuk Anda :)

  23. dimas permalink
    Desember 15, 2007 1:37 pm

    Hallo all

    @n0vri
    PerSyaratan nya apa aja untuk ngajukan cc OUB
    klo wiraswasta bisa kan asal pendapatkan bulanan 3-4 x dari UMR ? terus form apply cc nya send via email yah ? thanks

  24. dimas permalink
    Desember 15, 2007 1:39 pm

    maaf ralat, UOB. He He He……
    send ke email yah dimas_kurniawan2001@yahoo.com

    thanks again

  25. Desember 15, 2007 7:51 pm

    @Dimas,
    saya bukan marketing UOB, jadi maaf gak bisa ngasih tau syaratnya dan juga gak punya form aplikasinya.

  26. taryonoputranto permalink
    Desember 19, 2007 4:05 pm

    @n0vri CC sekarang ndak cuma sebagai
    1. alat bayar
    2. alat utang saja.
    tetapi juga sebagai
    3. alat pemerima pembayaran
    note bila kita punya online shop dan perlu meneriam pembayaran atas pembelian barang secara langsung tanpa lewat transfer denagn memalai paypal, maka kita perlu CC yang dari visa untuk menerima uang pembayaran atas barang kita
    salam

  27. Desember 19, 2007 4:28 pm

    @taryonoputranto
    betul sekali, Mas. terima kasih atas tambahannya :)

  28. Desember 24, 2007 6:31 am

    Buat saya CC merupakan alat ganti pembayaran, pada saat due date dibayar lunas. CC merupakan kebutuhan, karena tanpa perlu banyak membawa uang. Awalnya saya punya 5 (lima) kartu kredit, akhirnya setelah belasan tahun, saya hanya memilih Citibank dan CC milik Bank tempat saya bekerja sebelumnya.
    CC juga bisa untuk one bill, jadi tiap bulan tugas pembayaran tambah ringan: telepon, listrik, air, Kabel Vision (First Media) dll udah masuk dalam tagihan CC.

    Tapi CC juga berisiko tinggi, jika kita tak bayar lunas saat datang tagihan, karena bunganya sangat…sangat …tinggi.

  29. Desember 24, 2007 7:26 am

    @edratna
    saya juga pakai CC sekedar alat pembayaran Mbak. Ini memudahkan saya mengkonsolidasi seluruh tagihan rutin. Jika pakainya benar, menurut saya sangat menguntungkan. Misalnya ketika saya baru beli dan mau pindahan rumah, ternyata ada program khusus dua hari dari bank issuer kartu kredit saya: diskon 50 persen untuyk peralatan rumah tangga merk terkenal. Alhasil saya bisa beli mesin cuci, kompor + cooker hood, bahkan sampai microwave dengan setengah harga, lumayan kan? :)

  30. ira permalink
    Desember 27, 2007 7:57 pm

    Selama menggunakan CC (beberapa buah), cuma dengan HSBC aja yang bermasalah. Sudah saya konfirmasi untuk cancel CC nya, eeehhh…tiba2 ada tagihan annual fee, padahal mah kartunya aja udah kemana. Jelas aja saya ga mau bayar. Yg makin bikin kesel, setiap bulan selalu datang tagihan, walaupun sudah berkali kali saya tlp cust.service nya bahwa saya sudah canceled. Sampe cape jelasin, akhirnya saya diemin. Dan cs nya yg sekarang gantian tlp, dgn alasan saya tetep harus bayar! Yang kasian receptionist di kantor saya, beberapa kali cs HSBC telp ke kantor mencari saya, karena tidak berhasil, pembicaraan dengan reseptionist diakhiri dengan kata-kata kasar (hewan berkaki empat, makhluk halus dgn 2 tanduk, bahkan F word).
    Bener2 terlalu.. HSBC CC teraneh.. ga habis pikir euy.. :)

  31. Desember 28, 2007 8:05 am

    @ira
    kalau kita baca di media, memang banyak keluhan thd HSBC mengenai tagihan yang muncul pasca penutupan kartu, bisa jadi -ini dugaan subyektif saya- HSBC kurang mengantisipasi besarnya jumlah nasabah dengan dengan sistem administrasi dan collection yang sesuai dengan load yang ada, akhirnya banyak yang harusnya sudah selesai justru muncul outstanding baru.

  32. Caya permalink
    Desember 28, 2007 3:23 pm

    Banyak orang saya perhatikan, kalau mengajukan aplikasi apapun atau menerima user guide suka tidak dibaca.

    Termasuk saat mengisi aplikasi kartu kredit atau user gude kartu kredit, dan parahnya lagi suka tidak tanya atau cari info dulu sblm bikin aplikasi. Bahkan aplikasinya suka diisi sama sales dan kemudian semua feature tambahan spt asuransi dll ikut-ikutan diaktifkan.

    Padahal bahaya banget kalo sampai kita terjebak.
    Orang marketing/sales bank itu pinter memainkan kata-kata atau menyembunyikan pasal yang diprint pake huruf kecil dibawah.

    Termasuk pasal yang judulnya “Syarat & ketentuan berlaku “.

    Jadi be wise lah, hitung kemampuan diri dan jangan segan tanya dan klarifikasi segala sesuatunya sblm memutuskan.

  33. Desember 28, 2007 3:35 pm

    @Caya
    betul, banyak orang kita malas baca Tern n Condition yang ada, parahnya lagi pihak Bank juga sering terkesan sengaja menulisnya dengan huruf kecil-kecil agar orang malas baca. Setahu saya sekarang sudah ada aturan yang mengharuskan Bank/issuer menulis Term & Condition itu dengan ukuran font minimal tertentu.

    Soal feature asuransi, saya sendiri secara sadar memilih ikut. Alasannya, dulu ketika apply, saya gak ingin in case terjadi sesuatu dengan saya maka tagihan yang ada justru merepotkan keluarga yang ditinggal.
    However, Anda benar, feature semacam ini adalah optional, seharusnya kita be wise dalam memutuskan.

    Terima kasih atas tambahannya.

  34. yanti permalink
    April 9, 2008 11:47 am

    Kalau gak keberatan… tolong buka ya postingan saya “kartu Kredit” di http://maaini.wordpress.com/2008/04/08/kartu-kredit/

    Terima kasih

  35. April 9, 2008 2:14 pm

    @yanti
    saya udah buka blog nya, udah kasih komen juga :)

  36. Juni 18, 2008 11:12 am

    we………:)
    thanks yach artikel kartu kreditnya, dapat bantu tugas kuliah saya

  37. Juni 19, 2008 7:37 am

    @avid
    terima kasih kembali :)

  38. Jeffry permalink
    April 2, 2009 2:57 am

    terima kasih atas blog ini, saya marketing uob buana khusus daerah surabaya dan sekitarnya, bagi yang berminat buat hubungi saya d 081703735200

  39. andialfalah permalink
    Agustus 23, 2009 10:02 pm

    KARTU KREDIT…………..lebih baik gak usah deh, biar gak byk pikiran.

Lacak Balik

  1. Menghitung Bunga Kartu Kredit « Suatu Ketika, Tentang Sesuatu…
  2. Catatan Akhir Desember « Suatu Ketika, Tentang Sesuatu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: