Skip to content

Diam Itu Emas [?]

Juni 8, 2007

Seringkali, diam bisa menjadi senjata terbaik dari sekian senjata yang kita miliki. Salah satu ironi yang menarik dalam hidup adalah diam –meski sering dihubungkan dengan pasivitas– ternyata adalah sebuah kekuatan yang dahsyat. Diam dapat membantu kita menjadi terpusat, tenang, introspektif, dan bahkan bijaksana. Dan diam sering dapat menyampaikan maksud kita dengan jauh lebih efektif daripada argument yang paling persuasif sekalipun.

Pikirkanlah betapa pentingnya diam untuk mempelajari sesuatu. Ketika kita bicara, sulit untuk mempelajari lebih banyak hal daripada apa yang telah kita ketahui. Tapi ketika dengan diam mendengarkan apa yang dikatakan orang lain, seluruh isi dunia ini terbuka bagi kita. Kita dapat mulai mengerti segala sesuatu dari sudut pandang orang lain, dan kita dapat mempunyai akses terhadap apa yang menurut pendapatnya tidak kita ketahui. Mendengarkan dengan diam merupakan kunci untuk memasuki pengalaman hidup yang lebih bermakna, lebih berpengetahuan dan empatif.

Meskipun diam pada mulanya mungkin tampak tidak menyenangkan bagi mereka yang terbiasa langsung berbicara dan khususnya bagi mereka yang sangat ekstrovert, diam menawarkan manfaat yang sangat berharga bagi mereka yang mau belajar menggunakannya dengan baik. Ketika kita menghadapi konflik dimana kita harus menentukan sikap atau posisi, diam bisa menjadi sangat berguna dan membantu mencapai tujuan kita.

Memilih diam dapat memberikan kekuatan yang menguntungkan dalam kehidupan kita. Diam dapat menjadi alat utama untuk menikmati komunikasi yang lebih efektif, meningkatkan pemelajaran, pertumbuhan pribadi yang bermakna, damai, hubungan yang lebih efektif, dan perasaan yang diperkaya sehubungan dengan hidup dan pekerjaan kita.

Gagasan ini menyarankan diam yang berbeda, bukan diam berarti tidak mempunyai inisiatif dan pikiran sama sekali. Yakni sengaja mendiamkan atau menenangkan benak (mind) kita dari celoteh orang yang biasa terjadi saat kita sedang berbicara dan mencari hikmah yang lebih dalam berkaitan dengan apa yang tengah kita katakan. Atau bisa jadi memilih rentang waktu tertentu untuk refleksi diam guna berkonsentrasi pada apa yang harus dikatakan oleh benak kita

About these ads
7 Komentar leave one →
  1. Master Li permalink
    Juni 10, 2007 7:58 pm

    ………..

    (diem, katanya bakal dapet emas kan?)

  2. Juni 11, 2007 7:09 am

    yah deh… Mas…ter Li…

  3. Juni 11, 2007 8:32 am

    A picture says more than a thousand words…
    A silence says more than a million words…

  4. Juni 11, 2007 8:58 am

    @deKing
    …………….

    *speechless*

  5. Juni 14, 2007 11:41 pm

    ada dua mas, pertama, diem karena nggak tahu, atau kedua, percuma nanggapin yang persuasif toh mereka baru tamat buku satu yang lainnya dah buku 5 bahkan dah nunggu keluaran terakhir.

  6. Juni 15, 2007 7:06 am

    ha ha ha,
    bener juga mas, thanks…

  7. Juli 15, 2009 11:02 pm

    Diam… diam itu emas…(tp jangan di tanya mana emasnya ya..)
    Sang Rasul berkata;” Seorang mukmin yang baik adalah mereka yang bermanfaat,jika dibutuhkan ia berguna jika tidak dibutuhkan ia bisa mengurus dirinya sendiri… Read More”.
    Bergerak ketika itu membawa manfaat dan kesejahteraan buat diri dan orang lain itu yang seharusnya tapi ketika tak ada guna apa fungsi gerak? Diam menjadi lebih baik.
    Diam kalau hanya menggenang lama-lama itu hanya akan menebarkan bau busuk. Bergerak dan diam tak ada yang salah ketika itu diawali dengan bismillah,mencari keridoanNya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: