Tulang Rusuk yang Patah

2007 Juli 23
by n0vri

Somebody sent me this story;

Fiona : Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa ?
Albert : Kamu dong !!!
Fiona : Menurut kamu, aku ini siapa ?
Albert : (berpikir sejenak lalu menatap Fiona dengan pasti). Kamu tulang rusukku !!!

Karena Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua Pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati …

“Setelah menikah, pasangan itu mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang ada. Hidup mereka menjadi membosankan.

Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dancinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulaimenjadi semakin panas. Pada suatu hari pada akhir sebuah pertengkaran Fiona lari keluar rumah.

Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”.
Albert sangat membenci ketidakdewasaan Fiona dan secara spontan balik berteriak
“Aku menyesal kita menikah ! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!!!”

Tiba-tiba Fiona menjadi terdiam dan berdiri terpaku untuk beberapa saat. Albert menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan, tetapi seperti air yang telah tertumpah tidak mungkin untuk diambil kembali.

Dengan berlinang air mata, Fiona kembali ke rumah dan mengambil barang barangnya, bertekad untuk berpisah.
“Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.

Lima tahun berlalu.Albert tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Fiona. Fiona pernah ke luar negeri tetapi sudah kembali. Dia pernah menikah dengan seorang asing dan bercerai. Albert agak kecewa bahwa Fiona tidak menunggunya kembali.

Dan di tengah malam yang sunyi dia meminum kopinya dan merasakan sakit di hatinya. Tetapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Fiona.

Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat di mana banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas.

Albert : Apa kabar ?
Fiona : Baik … apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang ?
Albert : Belum
Fiona : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut. Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, tidak ada yang berubah. Fiona tersenyum manis, lalu berlalu.
” Good bye …….”

Satu minggu kemudian ternyata Fiona adalah satu korban Menara WTC.

Malam itu, sekali lagi, Albert mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit dihatinya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Fiona, Tulang rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

Sebagian besar kita melampiaskan kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya adalah fatal. Seringkali penyesalan itu datang belakangan akibatnya setelah kita menyadari kesalahan kita, semua sudah terlambat

10 Tanggapan leave one →
  1. 2007 Juli 23

    ga bisa comment lain lagi…..
    semua dah jelas.. thanks kang.. cerita yang bagus banget..

  2. 2007 Juli 23

    sama-sama…
    lumayan jadi bahan renungan buat kita, terutama yang baru berkeluarga seperti saya…

  3. 2007 Juli 23
    cuiips permalink

    nice story!!!

  4. 2007 Juli 23

    @cuiips
    thanks :)

  5. 2007 Juli 23

    Mau patah (matahin?) gimana, lha ketemu juga belum hehehe…

  6. 2007 Juli 23

    hue he he…
    mbok komennya jangan bernada putus asa gitu :D :D :D

    *menengadahkan tangan, berdoa buat brotha deKing*

  7. 2007 Juli 24

    OOT : mas n0vri.. kang deKing itu bukan putus asa lho, sebenernya mo minta bantu cariin tapi sungkan….
    masak mas n0vri ga ngerti bahasa kiasan….
    *bener ga kang deKing?*

  8. 2007 Juli 25

    oh gitu, ya…
    maaf, ntar deh, liat stok dulu

    *buka laci, nyari-nyari*
    :D :D :D

  9. 2007 Juli 25

    iya ya, tulang rusuk tidak patut dipatahkan. Pantasnya dielus-elus *sambil ngelirik deKing dan Boy* … disayang-sayang.
    Walau udah agak lama “memeluk rusuk” (menikah), ternyata mengelus rusuk itu membuat sejuk *lirik lagi* hehehe

  10. 2007 Juli 25

    Mbok jgn gitu cak, mesakke deKing… :) *pulang, ngelus-ngelus rusuk*

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS