Masihkah Butuh Kematian Lagi?
p.s.
postingan ini pertama kali di-publish tanggal 16 April 2007. Sengaja saya refresh, karena IPDN kembali me-refresh budaya kekerasan mereka.
Saya sulit berkata banyak. BUBARKAN IPDN.
Cuma itu yang ingin saya sampaikan. Tak perlu alasan panjang-lebar diucapkan. Banyak teman telah membeberkannya. Saking banyaknya, Anda mudah menemukannya di belantara WP ini, seperti yang ini, misalnya.
Enough is enough. Jangan ada lagi nyawa hilang sia-sia. Bubarkan sekarang atau akan ada lagi nyawa yang melayang. Bangsa ini punya memori pendek dan mudah melupakan hal besar. Jadi jangan sampai semuanya tertelan issue lain dan nyawa anak bangsa kembali terbuang sia-sia.
Terlambat sudah untuk reformasi, bahkan mengganti seragampun mereka enggan, apalagi mengganti habit kekerasan itu.
Sudahlah, saya sepakat; IPDN harus bubar, one way or another.
jika kita menghamba kepada ketakutan
kita memperpanjang barisan perbudakan…..


Akhirnya menyempatkan nulis suara hati di tengah kesibukan. Tanpa basa-basi: “IPDN bubar”
Quote paling bawah, kalimat pendek bermakna dalam, saya simpan dalam memori.
Yah, meski pendek yang penting pesan yang disampaikan jelas. Semoga masih bisa mengetuk hati mereka yang punya kewenangan untuk mengubah kebijakan.
Sudahlah bubarkan saja
Betul Kang. Udah gak ada justifikasi lagi untuk mempertahankannya.
lantas nanti nasib para praja gimana hayo?
guampang.
masukin ke Jurusan Ilmu Pemerintahan yang banyak tersebar di banyak universitas negeri, termasuk IIP. Beasiswa bisa jalan terus dengan ngasih uang bulanan yang sesuai dengan nilai subsidi selama ini. Gitu aja kok repot
Dan jika menghamba pada kekerasan kita memperbesar TPU
@almascatie
hufff, kejadian lagi ya
prihatin deh
iya, Njar.
tapi udah gak bisa sekedar prihatin, bubarkan aja…
it’s too much.
heran, enak sekali mereka membunuh orang lain kayak mithes nyamuk.
Kemarin kami ngobrol dengan tetangga, trus ada yg bilang begini:
kalo masih pendidikan aja sudah ganas, ntar kalo jadi lurah, tanah orang dimakan
gak cuman tanah orang cak…
darah rakyat dihisap ampe kering…
SBY aja enggan and malu , menyaksikan wisuda IPDN bulan agustus ini….pegimane kite yg menjadi korban kebringasan mereka, udah………..buabarkan…IPDN atau masyarakat akan murka…..
kalo SBY bisa malu, syukurlah