<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Mengembalikan Bulog</title>
	<atom:link href="http://n0vri.wordpress.com/2008/04/21/mengembalikan-bulog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://n0vri.wordpress.com/2008/04/21/mengembalikan-bulog/</link>
	<description>an eagle doesn't catch flies</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Oct 2009 14:24:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: n0vri</title>
		<link>http://n0vri.wordpress.com/2008/04/21/mengembalikan-bulog/#comment-1197</link>
		<dc:creator>n0vri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 01:03:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://n0vri.wordpress.com/?p=234#comment-1197</guid>
		<description>@Baynurwi,
betul sekali, seandainya kita tetap berpegang pad diversifikasi makanan pokok, mungkin tak seheboh ini. However, harga melambung bukan sekedar masalah pengadaan bahan impor, namun sudah sangat rumit, menyangkut masalah berkurangnya lahan, bertambahnya jumlah penduduk, kondisi cuaca yang makin tak menentu, nilai tukar mata uang, n macam-macam lain.

Khusus di Indonesia, saat kita surplus, saya berpendapat sebaiknya surplus disimpan saja untuk cadangan. Bukan justru tergiur untuk dijual.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Baynurwi,<br />
betul sekali, seandainya kita tetap berpegang pad diversifikasi makanan pokok, mungkin tak seheboh ini. However, harga melambung bukan sekedar masalah pengadaan bahan impor, namun sudah sangat rumit, menyangkut masalah berkurangnya lahan, bertambahnya jumlah penduduk, kondisi cuaca yang makin tak menentu, nilai tukar mata uang, n macam-macam lain.</p>
<p>Khusus di Indonesia, saat kita surplus, saya berpendapat sebaiknya surplus disimpan saja untuk cadangan. Bukan justru tergiur untuk dijual.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Baynurwic</title>
		<link>http://n0vri.wordpress.com/2008/04/21/mengembalikan-bulog/#comment-1196</link>
		<dc:creator>Baynurwic</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 09:56:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://n0vri.wordpress.com/?p=234#comment-1196</guid>
		<description>Dulu sewaktu SD saya diajari oleh guru saya  bahwa sebagian daerah kita makanan pokoknya jagung, sebagian lagi sagu dll. disamping beras tentunya. Tapi sekarang kelihatannya semua daerah sudah &quot;disawahkan&quot;. Akibatnya 200 juta lebih penduduk Indonesia makannya beras dan memiliki ketergantungan sama yg namanya beras. Akibatnya pemerintah sendiri yg kerepotan menyediakan beras. Tapi untungnya kita masih punya lahan yg luas dan subur yg bisa dipakai untuk menggenjot produksi beras jika kita mau.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu sewaktu SD saya diajari oleh guru saya  bahwa sebagian daerah kita makanan pokoknya jagung, sebagian lagi sagu dll. disamping beras tentunya. Tapi sekarang kelihatannya semua daerah sudah &#8220;disawahkan&#8221;. Akibatnya 200 juta lebih penduduk Indonesia makannya beras dan memiliki ketergantungan sama yg namanya beras. Akibatnya pemerintah sendiri yg kerepotan menyediakan beras. Tapi untungnya kita masih punya lahan yg luas dan subur yg bisa dipakai untuk menggenjot produksi beras jika kita mau.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: welkams bek &#171; ::: a l m a s c a t i e :::</title>
		<link>http://n0vri.wordpress.com/2008/04/21/mengembalikan-bulog/#comment-1186</link>
		<dc:creator>welkams bek &#171; ::: a l m a s c a t i e :::</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 18:09:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://n0vri.wordpress.com/?p=234#comment-1186</guid>
		<description>[...] berjumpa kembali wahai para penghuni dunia [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] berjumpa kembali wahai para penghuni dunia [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
