Axis: Content Malaysia Kemasan Saudi
Bila kita perhatikan, iklan dari Axis, GSM provider terbaru, selalu menampilkan logo Saudi Telecomunication Company (STC). Nampaknya Natrindo mencoba menanamkan image bahwa Axis adalah subsidiary dari Saudi Telecom.
Memang hal itu tidak salah, namun sepertinya juga tidak seratus persen benar. Kenapa? Karena jika saya tidak salah, saham Natrindo juga dimiliki oleh Maxis Telecomunications, operator telepon seluler terbesar di Malaysia dengan porsi yang cukup signifikan.
Mungkin Axis belajar dari kasus Astro, dimana ada resistensi yang besar terhadap keberadaan entitas Malaysia di Indonesia. Hal ini terkait perlakuan tidak manusiawi yang sering dilakukan orang Malyasia terhadap WNI di sana, serta arogansi pemerintah Malaysia terhadap banyak hal seperti pencaplokan wilayah dan masalah pencurian hasil hutan.
Axis tak ingin menerima getah sehingga keberadaannya diusik terus seperti halnya Astro, atau seperti keberadaan Temasek di banyak industri strategis Indonesia lain (telekomunikasi dan perbankan); maka ia memilih menonjolkan Saudi Telecom dibanding Maxis.
Mari kita tunggu, apakah strategi sembunyi dibalik Saudi ini bisa berhasil membentuk image postif di masyarakat Indonesia.

Ah, tapi belum apa-apa operator seluler ini udah banyak di godipin sebagai kartu gereja setan..
Gosip ngga mutu banget. tapi herannya koq pada gampang percaya gitu ya?
@Hari
soal gereja setan, gak cuma Axis, dulu aku sempet denger ada produser Consumer Goods raksasa yang juga dibilang anggota gereja setan. Gosipnya terlalu hiperbolik dan menyiksa akal sehat, orang malah ketawa dengernya.
yang lebih parah lagi, ternyata kasus axis ini dijadiin salah satu alat untuk menjelek-jelekkan agama lain.Parah gak tuh.
Payah deh orang -orang Indo, bisanya cuma ngerusak negara aja. salah satunya kan masalah ras, eh masa gara-gara telpon aja bisa begitu. Malu banget gua rasanya ngaku Indo
@anto
untungnya masih banyak orang Indonesia yang waras dan gak percaya yang begitu kan?
tutup aja axiz……dasar setan,,,,dukun yg mematikan.
usahakan besok pukul 9 sampai pukul 1siang jangan aktifkan
hape karna radiasi RING IN RED (infra merah ivel tinggi = 0866,
benar dapat membuat si penerima tewas,rusak saraf).
yang sudah melanda dunia. di jadwalkan berkeliaran
pada jam yang dimaksud di atas.
DUDULS
@Ikha
yang duduls siapa?
Mengapa Saudi Telecom (ST) ditulis di iklan Axis ? Selain alasan mas novri diatas, alasan lainnya adalah karena 51% saham NTS (Axis) dikuasai ST, 44% dikuasai Maxis. Sementara itu, 100% saham Maxis dikuasai oleh Binariang, yang 25% sahamnya dibeli juga oleh ST tahun 2007 yang lalu. Kesimpulannya memang ST adalah penguasa NTS (Axis). Target mereka tahun ini akan menggaet hingga 2 juta pelanggan, dengan menggelontorkan belanja 1 Miliar USD untuk membangun 3700 unit BTS di Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. Wow, berani sekali memang sang pendatang baru ini !
@pitusiji
Oh begitu. Thanks a lot buat tambahan infonya ya:)