“Mau cash atau gesek, Mas?”

2008 Juli 2
by n0vri

Membaca berita di Detikcom tentang SIM model baru yang mengandung chip seperti hal nya kartu kredit, saya jadi berpikir, semoga ini bukan sekedar alat untuk menaikkan posisi tawar Polantas terhadap para pelanggar lalu lintas. Lazimya setiap aturan baru yang lebih ketat diberlakukan, bukannya mengurangi jumlah pelanggaran, namun justru menaikkan “harga damai”. Kalau dulu bayar ‘tarif tilang’ 20 ribu, bisa jadi nantinya mesti 50 ribu, he he he.

Menurut berita Detikcom ini, nantinya jika seseorang melakukan pelanggaran, maka SIM akan dipindai melalui scanner yang mirip scanner pembaca kartu kredit. Petugas akan me-record pelanggaran dan akan terkena poin penalti tertentu. Jika sudah melewati batas 21 poin, SIM akan dicabut dan orang tersebut harus ikut ujian lagi.

Saya jadi berpikir alat itu mirip alat swipe kartu kredit yang biasa ada di kasir-kasir toko, swalayan, atau department store. Dan nanti, jika ada yang kena tilang, Polantas akan mengajukan pertanyaan yang sama seperti para kasir department store itu, “Mau cash atau gesek, Mas?” :D

4 Responses leave one →
  1. 2008 Juli 3

    hehehe malah bagus kan mas, ngga usah ribet mesti bayar kes.
    lagian mudah2an jadi minim suap

  2. 2008 Juli 3

    @kabarihari
    lho justru itu, nanti Polantas tanya mau bayar cash atau ‘digesek’ yang bisa meningkatkan poin pinalti. Nah, kalo pilih cash, kita mesti bayar seperti biasa tapi dengan harga lebih mahal :P

  3. 2008 Juli 4

    hahahahhahaha……. cash ato gesek? doh… bang novri emang bisa aja kali….

  4. 2008 Juli 4

    @almas,
    kan aku cuma mengkhayal :lol:

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS