“Mau cash atau gesek, Mas?”
Membaca berita di Detikcom tentang SIM model baru yang mengandung chip seperti hal nya kartu kredit, saya jadi berpikir, semoga ini bukan sekedar alat untuk menaikkan posisi tawar Polantas terhadap para pelanggar lalu lintas. Lazimya setiap aturan baru yang lebih ketat diberlakukan, bukannya mengurangi jumlah pelanggaran, namun justru menaikkan “harga damai”. Kalau dulu bayar ‘tarif tilang’ 20 ribu, bisa jadi nantinya mesti 50 ribu, he he he.
Menurut berita Detikcom ini, nantinya jika seseorang melakukan pelanggaran, maka SIM akan dipindai melalui scanner yang mirip scanner pembaca kartu kredit. Petugas akan me-record pelanggaran dan akan terkena poin penalti tertentu. Jika sudah melewati batas 21 poin, SIM akan dicabut dan orang tersebut harus ikut ujian lagi.
Saya jadi berpikir alat itu mirip alat swipe kartu kredit yang biasa ada di kasir-kasir toko, swalayan, atau department store. Dan nanti, jika ada yang kena tilang, Polantas akan mengajukan pertanyaan yang sama seperti para kasir department store itu, “Mau cash atau gesek, Mas?”

hehehe malah bagus kan mas, ngga usah ribet mesti bayar kes.
lagian mudah2an jadi minim suap
@kabarihari
lho justru itu, nanti Polantas tanya mau bayar cash atau ‘digesek’ yang bisa meningkatkan poin pinalti. Nah, kalo pilih cash, kita mesti bayar seperti biasa tapi dengan harga lebih mahal
hahahahhahaha……. cash ato gesek? doh… bang novri emang bisa aja kali….
@almas,
kan aku cuma mengkhayal