Secangkir Kopi, Segenggam Rindu
Maaf kalau judul postingan di atas sok puitis. Tapi itu benar-benar menggambarkan kerinduan saya pada secangkir kopi. Dan kerinduan itu terobati semalam.
Selama 11 hari pertama Ramadhan tahun ini, saya belum meminum setetes kopi pun. Padahal, biasanya minum kopi adalah ‘ritual wajib’ di pagi dan sore hari. Ya, saya selalu minum kopi setidaknya dua cangkir sehari. Jadi, terbayang kan betapa rindunya saya apada secangkir kopi?
Akhirnya kerinduan itu terbayarkan semalam. Berhubung saya bengong menunggu istri yang sedang ikut acara buka bersama dengan teman-teman kantor nya, maka mencari tempat yang nyaman buat menunggu. Saya tak berpikir panjang memilih sebuah kedai kopi yang ada di dekat sana.
Hmm…. Secangkir kopi panas itu betul-betul terasa begitu nikmat. Setelah berpisah sebelas hari, rasanya minum kopi kali ini betul-betul tak terlukiskan…

met ngopi deh
@eggy
terima kasih
sambil ngopi, boleh dong dukung
BLOGER SELAMATKAN BABAKAN SILIWANGI
http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/15/bloger-jangan-kalah-dua-kali/
@tren di bandung
sip, saya dukung.
meski bukan orang bandung dan belum pernah tinggal di sana, saya teap mendukung setiap upaya pelestarian ruang publik dan penyelamatannya dari komersialisasi.