Persona
Saya lahir di sebuah kota kecil, Pringsewu, sekitar 37 km sebelah barat Bandar Lampung. Menghabiskan masa kecil nan indah dan bersekolah hingga lulus SMA di sana.
Tahun 1993, selepas SMA, saya melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Saat itu, Prof. Dr. H.M. Amien Rais menjabat sebagai ketua jurusan.
Masa kuliah dilewati dengan senang hati. Kekurangan materi di rantau adalah sebuah tantangan yang mengasyikkan, apalagi di sana saya hidup sebatang kara. Kuliah saya jalani sambil ikut kegiatan kemahasiswaan. Terakhir, saya tercatat sebagai Ketua I, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional UGM, tahun 1996-1997. Akhirnya, saya lulus pada tanggal 12 Januari 1998, dengan skripsi berjudul „Peran Politik Etnis China di Thailand dan Indonesia; Sebuah Studi Komparatif”
Selepas kuliah, saya bergabung sebagai Bankers Development Program Trainee disebuah bank swasta di Jakarta. Ada lebih dari 5000 applicants yang masuk, dan ada 500 yang lulus administrasi dan mengikuti seleksi. Kami dijaring menjadi 10 orang saja, dan pada akhir periode training di tahun 2001, yang dinyatakan lulus dalam program setahun ini hanya 8 orang termasuk saya.
Saya menikah pada tanggal 7 Januari 2006, dengan seorang wanita cantik nan cerdas, alumnus Teknik Arsitektur UGM. Meski kami pernah bertetangga -hanya diselingi satu rumah- selama kost di Yogya dulu, kami tak pernah saling mengenal. Hingga kami bertemu pada tahun 2002, ketika kami bekerja pada suatu holding company yang sama, meski di anak perusahaan yang berbeda. Jodoh memang ada di tangan Tuhan
Kebahagiaan kami bertambah dengan hadirnya buah hati -seorang anak laki-laki yang ganteng seperti ayahnya- pada tanggal 16 November 2008, sehari menjelang ulang tahun saya.
Saat ini, saya bekerja sebagai karyawan pada salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, sayangnya bank ini telah menjadi bank asing, karena kepemilikannya telah diambil alih oleh BUMN Singapura dari BPPN beberapa tahun lalu.
======================

Goooooooooood guy….. Tp gambar atasnya ga ada yg lebih ‘dirimu’ pak? Susah mengkaitkan antara gambar gedung dengan engkau… He he he he…
See you at the top….
Udah Om,
silahkan lihat punggung dan siluetku…:D
Kamu kerja di D******* khan? Kaya’nya GSI lantai 17 dech, soalnya aku di lantai 15-nya. Nama kamu Novri ya?
Gak perlu dijawab kan, Mia…
Wah…selamat yah… kamu khan baru dipromote…kapan donk traktir makan-makannya boleh juga tuh nyobain baksonya….kutunggu loh…
Kok lo tau nama gue ya? Perasaan gue belum pernah kenalan… Gue cuma menduga dari tulisan2 lo aja kaya’nya lo kerja disini juga. Btw, selamat deh atas promosinya, gue doakan temen2 yang udah lebih lama berkarya di tempat ini juga suatu saat dilirik sama manajemen [jangan cuma yang baru2 aja]. Cheers !
hm…dari pringsewu? saya dari way jepara…
sip deh, ketemu sodara di blog!
@ antobilang
sama-sama dari lampung, sekarang di UGM juga?
ya ampuun,.. ternyata si togel ehh si tobil org way jepara. trus si pemilik blog ini pringsewu. saya bandar lampung,..
hehehe…
*tos dulu* plakk…
@alle
*tos jugak* plak
Pak di jawa juga ada daerah yang namanya pringsewu, perbatasan antara jawa tengah dan barat. Waah profilnya lengkap keren euuy…avatarnya anak albino lutuu ssapa tuh pak? Salam kenal ya…
Betul Bu Evy,
Pringsewu di Jawa Tengah itu tetangganya Pringsurat kan? Kabupaten Temanggung, saya pernaha lewat desa itu juga. Mungkin juga dulunya adalah transmigran bedhol desa dari Pringsewu yang di jawa itu. Nama kota di Lampung banyak yang mengadopsi nama kota di Jawa, seperti Klaten, Yogyakarta, Purworejo, Banyumas, Purwokerto dan Sidoarjo… terima kasih sudah bersedia mampir Bu Dokter…
loh.. pringsewunya mana? sama rumah sakit? pasar pringsewu?
SMP Xaverius? wah… sama kaya’ ayahku… dari sono juga…
jangan2 qta tetanggaan yak?
Tetanggaannya di Jogja nih kayaknya. MAsa-masa kuliahnya nggak jauh beda dengan Dee. Masuknya duluan Dee, tapi kok lulusnya duluan Novri ya?
Jogja ne pundi Mas?
Kulo teng Pogung Kidul…
mas,kenging mboten konsultsi disain rumah sama istri mas?,karena aku mo renovasi rmhku yg udah lapuk,ksihan anak istriku tinggal di rmh tua.
waduh,
istri saya sekarang justru lebih sibuk sama urusan kantornya yang gak ada hubungan sama arsitektur, Mas Eko… Seperti saya yang nyasar di Bank…
Mas Nofri salam kenal, duh sampeyan canggih banget ya. Perlu berguru nih.
Jangan gitu Mas Anjar… kan sampeyan yang “LifeAuditor”…
Duh kaya’nya Novri banyak fans yach…
Lam kenal ‘n Lam kenal jg ya bwt istrinya…
btw yang diatas tuh poto pre wedding yach?
Kirain saya nysara ke halaman Abut Me
@Yani
terima kasih, salam kenal kembali
@Leo
gak nyasar kok…
Pringsewu yang di Jawa kalo gak salah ada di lereng gunung lawu deh… Perbatasan antara Sragen ama Madiun… kalo gak salah lho. Kalo Pringsurat, emang perbatasan antara Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang.
Mas Novri, dulu sering nongkrong di kantin gak? Ato nongkrong di tapal kudanya FISIPOL yang sekarang udah gak ada?
Asem, dadi kangen karo jogja maneh iki….. Salam kenal wes nggo Mas Novri.
Mungkin saja ada Pringsewu di antara Madiun-Sragen, Mas. Tapi di temanggung juga ada desa atau dusun dengan nama Pringsewu itu.
Saya sering sekali nongrong di kantin atau tapal kuda, Mas (lho udah nggak ada tho?). Yang pasti, sampai hari ini saya belum menemukan tahu goreng isi seenak yang ada di kantin fisipol.
Salam kenal kembali Mas
saya tinggal selama 3 tahun dipringsewu antara tahun 1988 sampai 1991. kala itu semua masih sederhana, ketika semua orang rata-rata masih mengenal hiburan yang seru dan meninggalkan romantika sebagian ada di bioskop RINA dan yang satunya lagi saya lupa. dan semua itu kini hanya tinggal cerita.
saya tinggal didaerah pringombo, dan memang hanya kost dan sangat merasakan aura pringsewu yang khas.
memang enggak enak jika jadi orang miskin, hanya pake sandal jepit, celana pendek, dan jutekin waktu cukur rambut, nawar sampul buku, cari ini itu engga ada, beli sepatu masih harga 15 ribu kala itu, ya semua itu ada saat saya duduk di SMP Xaverius, Pringsewu.
tapi satu hal yang uenak tenan makyooosssss adalah ada juga banyak cewek yang cantik-cantik di pringsewu, ya maklumlah lagi masa-masanya cinta pertama.
jika mau kontak saya silahkan saya open dan senang mengenang waktu jaman engga enak dulu.
kalau nama rumah makan PRINGSEWU sering tuh papan iklannya dipasang sepanjang jalan bandung-ciamis jawa barat. tapi memang rumah makannya ada di daerah jawa tengah. dan satu lagi yang didaerah jalan yogyakarta ke magelang.
Halo Mas Gangsar., wah ketemu sesama warga Pringsewu. Mas di Pringombo ya? Saya di Pringsewu, deket pendopo kecamatan
Nama bioskop masa lalu itu selain Rina adalah Sinar Sewu yang terletak di jalan Veteran, persis depan kantor Polsek Pringsewu.
Cewek cantik, cinta pertama? uhuyy
Nama rumah makan Pringsewu cukup terkenal kok Mas, saya pernah makan yang ada di Jl. Magelang, Yogya, deket TVRI itu…
Terima kasih sudah mampir di blog ini.
Usul : Mas n0vri bikin peta aja mas.. biar aku bisa bedakan pringsewu sumatra sama pringsewu jawa
makasih
bisa dilihat di google earth atau wikimapia, kok…
Salam Mas n0vri. Saya nemu blog ini waktu sedang nyari tulisan tentang Visi Indonesia 2030. Buat bahan bacaan saja karena ada yang mau presentasi soal itu. Sebelum menyetujui atau mengkritisi perlu amunisi dulu.
Pringsewu kalau seingat saya adalah nama Rumah Makan. Nggak percaya? Telusuri saja pantura atau jalur selatan Jawa Barat – Jawa Tengah. Kalau nggak nemu juga, cari di Jl. Jogja – Magelang, di DIY sana. Pasti deh ketemu.
Terima kasih sudah mampir, Kang.
Soal nama Pringsewu sebagai rumah makan, saya kebetulan sudah pernah mampir, yang di Jogja, Jl. Magelang deket TVRI. Dulu, waktu saya tinggal dan kuliah di Jogja.
Salam kenal kembali, Kang.
Salam kenal dari Gresik…..
Tapi keluarga saya banyak juga yang di Lampung, di gedong air.
Salam kenal kembali, Mas.
Kalo gak salah Gedong Air itu salah satu kelurahan di Tanjungkarang Barat, Kodya Bandar Lampung.
salam knalllll
hallo salam jumpa lagi mas novri, saya dulu dipringsewu hanya sekolah di SMP Xaverius nya saja.
saya masih ingat nama-nama gurunya yang mungkin masa sekolah mas novri juga masih ada ya, seperti suster katerine, pak harsono guru fisika yang antik, pak ucek yang perokok berat, pak guru matematika “galak” dengan postur badan besar itu siapa namanya? yang istrinya juga mengajar bidang studi ekonomi itu lho.
mungkin jika harus sekarang ini untuk menyekolahkan disekolah-sekolah Xaverius (katolik) sudah sangat mahal ya.
di jawabarat, seperti bandung, cirebon, sudah sangat terbatas yang dari golongan tidak mampu untuk bersekolah di yayasan milik katolik.
dan hanya kaum the “HAVE” saja yang mendominasi sekolah katolik saat ini di jawabarat.
ironis sungguh, padahal dulu terkenal dengan pembauran dan sama sama miskin masih bisa sekolah disekolah katolik.
sehingga saya bisa ketawa dan bermain pula dengan saudara yang muslim, budha. dan mereka engga anti ketika masuk gereja waktu merayakan misa paskah, natal, dan menyambut tahun ajaran baru.
tidak ada yang lantas pindah dan berganti agama menjadi kristen katolik yang seperti ditakutkan sekarang ini.
memang dahulu INDONESIA RAYA masih sangat terasa BHINEKA TUNGGAL IKA -nya. dan saya bersyukur masih sempat merasakannya, tapi untuk masa – masa anak saya sekarang ini sudah engga ada itu BHINEKA TUNGGAL IKA.
semua satu etnis semua, satu agama semua. dan begitu juga sekolah lainnya pasti sudah sangat berubah bukan?
@Dhimas
salam kenal kembali
@Gangsar
waah, cuma tiga tahun tapi kenangannya mendalam ya Mas?
Memang Pringsewu cuma kota kecil, tapi apa yang Harsono bilang tentang Bhinneka Tunggal Ika itu betul, disana pembauran berjalan alami dan warga saling menghormati. Komunitas Katolik di Pringsewu memang jumlahnya signifikan, dan kehidupan warga muslim juga sangat dinamis mengingat NU dan Muhammadiyah -dua ormas Islam terbesar- juga eksis dan sangat hidup aktifitasnya. Semoga Pringsewu yang ama-damai-sejahtera bisa tetap selamanya.
Soal sekolah mahal, gak cuma sekolah Katolik kok, Mas. Semua sekolah sekrang memang mahal dan kebijakan pendidikan sekarang lebih berorientasi ekonomis dan nyaris tak memikirkan fungsi sosial
salam kenal mas..
org lampung jg ternyata
@syafriadi
salam kenal kembali. Sesama lampung kan sekelik
kapan terakhir pulang ke pringsewu?
saya kangen dengan mie baso dan menu makanan lainnya ala rumah makan awie, jalan raya tanggamus itu lho…..
kata orang sekarang kurang nonjok cita rasanya, tapi engga tahu saya belum pernah mencicipi lagi lebih dari 10 tahun.
Terakhir ke Pringsewu tepat setahun lalu Mas, tapi gak sempet mampir di Awie. Dulu emang tempat itu yang pali mak nyus, sekarang udah nggak tahu lagi. Maklum, seperti Mas Gangsar, saya juga udah lama gak nyicipin lagi…
kalau mas novri jika pulang pringsewu apa sempat pergi ke padang bulan untuk berdoa atau memang sebaliknya bukan menganut iman kepercayaan tsb?
karena kabarnya padang bulan semakin bagus dengan penambahan dan pengelolaan yang semakin apik dan modern ya……….
begitu juga sekolahan SMP Xaverius sekarang semakin bagus pula.
sudah tahu belum?…………..
sekarang masih tinggal di jakarta atau malah sudah ke LN?
maaf jika pertanyaannya banyak, apalagi diforum terbuka seperti ini.
Saya muslim Mas, jadi cuma sekali ke Padang Bulan, waktu masih kecil sama teman-teman. Tapi kalo memang semakin bagus, semoga itu menunjukkan tingkat kerukunan yang semakin bagus juga. Logikanya, kalo suasana gak kondusif, gak mungkin bisa membangun sarana sosial keagamaan menjadi sedemikian bagus.
Saya sekarang masih tinggal di satelitnya Jakarta, makanya lagi sedih karena tarif tol naik, he he he.
terimakasih infonya.
eh….ngomong ngomong bukannya satelitnya jakarta dulu adalah jonggol yang batal jadi satelit city-nya jakarta?
Satelit jakarta itu banyak, Mas. Bodetabek, alias Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi. Saya ada di Bintaro Jaya, masuk wilayah administratif Kodya Tangerang Selatan yang baru.
mas novri maaf ya saya mau numpang promosi hehe……he…
modal paling minim hasil berulang ulang tiap bulan gampang dan mudah
http://www.bisnisnet.com/?id=gangsar
http://bebasfinansial.com/?id=gangsar
Email: revellnet@yahoo.co.id
Salam…
hallo mas novri ketemu lagi……….
rencana lebaran mau pulang engga??
kalau pulang sempatkan dong mampir ke sekolah SMP dulu
bikin sedikit berita perjalanan yang sekarang itu bagaimana saja sikon disana.
terimakasih ……..lho sebelumnya
@asukowe
monggo mas… matur nuwun sampun mampir…
@gangsar
Rencana pulang belum pasti. Tapi rasanya sih kepingin banget, mungkin pulang setelah shalat Ied, terus cukup dua hari di sana. Insya Allah saya ke Pringsewu, kalo sempat. Soalnya saya rencananya gak bawa mobil, naik pesawat aja, takut macet dan kecapekan. Nah karena gak bawa mobil jadinya mobilitas pasti terbatas
hati hati pake kendaraan umum jika sudah masuk di lampung.
kata orang medan “INI LAMPUNG BUNG”, hehe……..he..he….
sekedar berbagi pengalaman engga enak saja
saya setiap pulang pakai kendaraan umum maklum masih ekonomi lemah.
pakai bus damri jurusan lampung saja yang mangkal di depan stasiun gambir, berangkat malam jam 19.00 WIB lebih dikit.
ya hitung hitung mengenang jaman engga enak yang penuh dengan perjuangan dan doa.
hehe…hehe…..
he he he tengkiu tips nya
mas novri,..
met lebaran yap
sama-sama Le..
maaf lahir batin…
salam kenal, bang…
aku juniormu di ugm
masih kuliah, nih… doain cepet lulus, ya……salam kenal juga morishige
aku doain cepet lulus deh
salam kenal bung novri….
@Resi Bismo
salam kenal kembali…
Salam kenal, Bung
Salam kenal kembali
thanks udah mampir
Anak buah pak Setiyoso ya? Beliau mantan bos ku.
@edratna
Bukan Mbak
saingannya Bank yang dipimpin Pak Setijoso
salam kenal dulu deh
L-)
@rezco
salam kenal kembali
lam kenal sesama warga pringsewu
@f.handoko
salam kenal kembali Mas…
Masih di D****** pak? Saya dulu mantan MBD Lt6
@Andri
sayangnya masih
lagi BW di tempat Mas Hari, mampir kesini.
Salam kenal dari kami
Kalau saya sering ke Yogya dan Lampung, karena suami asalnya dari Yogya, saudara banyak di Lampung
@IndahJuli
salam kenal kembali. Terima kasih mampir di sini
wah aku seneng masuk blog mu mas novri
pertama karena banyak info tentunya
dan juga desain blog sampeyan enak dibacanya ma mata saya
dari jogja
@roessusita
matur nuwun sanget Mbak.
Salam buat Jogja…
Assalamualaikum..
Mas Novri, salam kenal ya..bangga dan trenyuh aku baca persona Mas..Terutama tt perjodohan dgn sang Istri.. Begitulah Allah membuat suatu ketentuan..sungguh Indah!!
Sharing ilmu keren abis..saya suka gaya bertuturnya! very detailed..
Semoga Allah swt mencatatnya sbg amalan baik di akhirat kelak.
Salam hangat dari saudaramu-seiman-seperjuangan..
@Mulyanaku
Waalaikumsalam WW
Amien ya rabbal ‘alamin…
Terima kasih atas doanya dan udah mampir.
Salam hangat kembali dari saya, Bro…
Pringsewu sekarang sudah menjadi kota yang maju di Provinsi Lampung, bahkan lebih maju dibandingkan ibukota kabupaten manapun yang ada di Lampung, yaitu menjadi kota terbesar ke-4 di Provinsi Lampung setelah Bandar Lampung, Metro dan Kotabumi.
Sebentar lagi Pringsewu akan menjadi Ibukota Kabupaten yang juga bernama Kabupaten Pringsewu.
Hello, aku dari Kota Tanah Merah, Boven Digoel, Merauke, Papua.
Salam dech ….
@Farel
Anda benar, Pringsewu sedang diproses menjadi Kabupaten tersendiri. Saya juga mengikuti perkembangannya.
@Stevany
Salam juga dari Jakarta
salam mas novri
maaf baru meninggalkan jejak..
wah, waktu kecil, kalau ke pringsewu ingetnya cuma makan ikan bakar di sebuah restoran berbentuk sawung2 di atas kolam ikan. masihkah itu ada?
duh, saya sudah hampir 6 tahun nih ga pulang ke lampung nih. jadi pengeeennn… biasanya keluarga yang ke bogor
saya dulu di xaverius pahoman. trus SMP N 2 jl jendral sudirman tanjungkarang dan sempet setahun di SMAN 2 itu. tahu dongg.. trus pindah ke SMAN 5 bandung..
salam hangat
@Islam Indie
Saya juga sudah lebih dari 2 tahun gak pulang. Seingat saya, resto di pringsewu itu bernama Balong Kuring, sepertinya masih ada.
Sekolahmu saya tahu semua, bahkan kaka saya mengajar di SMP 2 Tanjungkarang, mungkin salah satu guru yang pernah mengajarmu dulu
Salam hangat kembali ya
saya orang pringsewu asli jg, lahir di rs pringsewu tinggal di padangbulan, SD di sdn 1 pakjaresuk, SMP dan SMA di Xaverius, kuliah di atmajaya jogja. klo anda pernah ke goa padangbulan pasti lewat depan rumah saya. saya setuju mas, di pringsewu memang pembauram agama sangat baik dan kondusif. moga moga selalu begitu. sekarang pringsewu jadi kabupaten.. semoga tambah maju. salam kenal.
@Andre
Salam kenal kembali…
Salam Mas Novri.
Saya juga lahir dan besar di pringsewu, kota kecil yang bikin saya ingin pulang kampung setiap tahun. Saya tinggal di pringombo, di jl STM, sekolah dr TK sampai SMP di Xaverius pringsewu, dulu guru smpnya pak harsono (favoritku), pak Marno guru olahraga, Pak Pomo guru bhs Inggris (lucu, suka parno), Pak Marsongko guru mtk dll.
@Teguh
Waduh senengnya, ternyata banyak orang Pringsewu yang bisa mampir dan silaturahmi di blog ini.
Salam kenal juga dari saya
Hi Novri…. akhirnya tau juga gue mengenai loe setelah tamat SMA itu! Secara kita dulu cuma sekelas pas kelas 1 yah, abis itu gue gak gitu ngerti sepak terjang loe… apalagi setelah lulus SMA.
Kapan terakhir ke Pringsewu? Gue kangen kampung, euy…. Masih kontak sama siapa lagi, Nov, yang dari SMA Pringsewu tercinta??? Gue pernah buat milis (tahun 98 atau 2000 gitu), cuma karena gak aktif, mati deh…. Atau buat via fesbuk aja kali ya…. Setahu gue kan dah ada 3 tuh termasuk gue, loe sama Aris.
cheers…
@Hari
Sulit nyari jejak temen-temen lama, terakhir kontak sama Adhi (temen sekelas ku waktu kelas 2 n 3, mungkin kamu gak kenal).
Terakhir ulang ke Lampung tahun lalu, pas lebaran. Tahun ini gak pulang karena menunggu kelahiran si kecil.
Alow mas nOvri, aq dulu juga dari smp xave. Finishnya th 1963 an gitu. Truz ke Yogya, ke Jkt ke Akademi Ilmu Statistik (sekarang Sekolah Tinggi Ilmu Statistik). Rampung kuliah gawe di BPS Jkt , pindah ke Jambi, pindah lagi ke Jkt. Tahun 1985 akhir pindah ke Jatim di Kediri, pindah lagi ke Trenggalek dan pindah lagi ke Bojonegoro, truz pensiun dah. Di Bojonegoro aku jumpa ama ex smp xave juga yang rumahnya deket banget ama sekolahan xave, seberang jalan pastoran. Salam bt gangsar (siapa seh nama aslinya), juga andre dan teguh. Tolong kalo ada yang mo kontak aq, kasih aza e-mail ku. trims.
@isidorus
Halo juga Pak…
Sebelumnya saya mohon maaf jika harus klarifikasi ulang, saya bukan alumnus SMP/SMA Xaverius Pringsewu.
Saya sampaikan karena banyak yang menyangka demikian, karena tampaknya dari obrolan saya di atas dengan Mas Gangsar muncul kesan seperti itu. Sekali lagi mohon maaf.
Anyway, saya senang jika blog ini, khususnya halaman ini, bisa jadi ajang silaturahmi para warga Pringsewu di perantauan…
Nah, teman-reman semua yang mau kontak Pak Isidorus, silakan tinggalkan pesan disini nanti saya forwad e-mail Pak Isidorus
Melihat perjalanan Pak Isiodorus sendiri, pasti Bapak banyak pengalaman. Kita bisa belajar banyak nih…
salam…
Oooo…. g2 to?! truz kalo boleh tau rwjat sekolahnya dimana aja? aku ninggalin prinsewu dah cukup lama, ya sejak 1967 gitu. Aku seneng banget buka-buka blog kok banyak juga ya blognya teman-teman dari pringsewu. Emang dah seharusnya putra-putra pringsewu maju, liat aja tu Sugiri syarief yang bos bkkbn (kakaknya temenku sekelas di smp xave), juga paulus widiyanto yang dulu anggota dpr ri dan ketua pansus ruu pers(?)(dia juga datang waktu aku nikahan di jkt).
O ya, sekarang aku menetap di Salatiga, Jateng. Kota yang sangat adem ayem. Silakan kalau pas ke Salatiga, mampir ke tempatku.
salam……
isidorus
Saya lulusan sekolah negeri Pak, tepatnya SMAN 1 Pringsewu, yang dekat lapangan Kuncup itu
Meninggalkan Pringsewu sejak 1993.
Setahu saya Pak Sugiri itu cukup banyak berperan membantu lolosnya Pringsewu menjadi kabupaten tersendiri beberapa bulan lalu, lepas dari wilayah Tanggamus.
Saya juga senang sekali tahu bahwa banyak putra Pringsewu jadi orang di perantauan, kalo saya sendiri belum merasa layak dibanggakan karena masih belum jadi siapa-siapa, dan pengalaman pun masih sangat minim.
Insya Allah, kalo saya sempat main ke Salatiga saya akan sowan ke Bapak.
Salam.
sori kalo aku panggil anda mas, ternyata mbak ya?
benernya aku juga dari sman 1 pringsewu, angkatan awal alias pertama. waktu tu gedungnya masih pake gedung bekas bapperki yang di pringombo. yah waktu itu kan masih jaman rame-ramenya demo.
@isidorus
pertama, Bapak sudah benar panggil saya ‘Mas’ jangan diubah jadi ‘Mbak’ karena memang saya laki-laki-laki. Btw, dari mana Bapak ambil kesimpulan saya ‘mbak’? Bukannya dalam posting di atas saya menulis “menikah dengan wanita…” dan dalam komunikasi dengan pembaca blog lain saya selalu dipanggil “Mas Novri”?
Salam dari adik kelas ya Pak
wah… seneng bgt bs liat tulisan tmn2 sekampung online disini.Sy SDnya Muhammadiyah, SMPN2, SMA Muh 1. sy kuliah di UNTAN pontianak, menikah dan akhirnya punya anak serta bekerja di sini. Slm kenal and keep in touch ya………….
@Yuniarti
Berarti kita lulus dari SMP yang sama
salam kenal mas nov, wah ilmunya gak ada abisnya ya…
AssallamulaikumWR WB
Alhamdullilah akhrinya setelah saya mencari kawan kawan sesama Alummni pada akhirnya ketemu juga meski di dunia maya. Saya juga Alumni SMANSA tercinta.
Saya lulus tahun 1994. Kalau Mas Novri selesai tahun 93 berrti saya junior nya hehehe
Saya berharap kita dapat berkomunikasi lebih lanjut. Yang saya ingat kakak kelas saya dulu diantaranya Herry Agus darmawan (anak Fisika Satu)
Sannty (anak Fisone juga), Agus, Satriawal (Cah Banyumas sing dadi Tentro…heheheh), Wijiono (Biologi 1) Untung Budiono (Sos 1) dan masih banyak lagi,
Berhubung dah Larut malam saya mau pulang dulu (sekarang masih di Kantor nih). Kontak2 mas, tlng balas via Email saya
Lam kompak buat seluruh alumni SMANSA Pringsewu
Wassalamulaikum
M Nor
Salam kenal kembali… Terima kasih ya
Ramlan Ashari
Wa’alaikumsalam…
Berarti waktu Anda masih kelas 1, saya dulu sempat jadi Sek-Um OSIS lho, waktu ketuanya Andi Purwadi yang di Fisika-1.
Salam.
jumpa lagi, mas novri
kalo mas novri prinsewunya deket pendopo kecamatan, jangan-jangan ortu mas novri tuh temenku kecil, temen main bola. rumahku dulu di kulon lapangan yang lama yang jejer ama polsek. asyik juga neh, gak bisa kontak ama temen kecil tapi bisa kontak ama anaknya, hehehe…..
salam
lam kenal………………..
mas sekarang tinggal di mana??q juga pernah tinggal di pringsewu lo…………………………………………….masih inget gx ma pringsewu?????????????????????????
pa kabar semua org pringsewu
btw pd ngomongin ttg pr1000 ya…
wah jd kebayang semua yang ada di pr1000 nih…gimana ya skrg??
maklum udah 16 thn merantau…
Rumahku di Pringkumpul (mungkin ada yg tahu/inget percetakan ARUM? hehe.) rumah masa kecilku dulu..
Dulu aku buka fotocopy di depan gajah lampung
Aq lulusan SMANSA Kuncup 1993, Jur SOS 3 (kl ga salah, hehehe)
sekarang tinggal di Solo..
Kalau ada yg ke solo mampir ya….
salam
teguh..
Permisi mas, numpang baca-baca, kayaknya rame ini….
Salam Takzim
Mohon izin singgah ntuk mencari yang belum ada, izin mencoret agar terkenang dengan membawa harap semoga sudi mampir ke blog_ku bahkan mencoret agar terlukis sebuah persahabatan bahkan tetap menempel didinding karena tukeran link
Salam Takzim Batavusqu
Salam kenal Dimas Novri..Maaf klo saya panggil Dimas ya..Saya tinggal di Pringsewu sejak umur 3 th sampai lulus SMA.. TK, SD & SMP di Xaverius, SMA Negeri Kuncup lulus th 74, kuliah di undip smg dan sejak th 82 s.d. skrg tinggal di tangerang..Maaf, Dimas Novri puteranya Bapak/Ibu siapa ya? klo di Pringsewu Barat dulu saya banyak yg kenal. thanks ya..
atau jgn2 orang tua Dimas Novri, dulu teman sekolahku ..? ehm..sorry cuma bercanda..