Skip to content

Pasar Kebayoran Lama

November 16, 2006

Entah bagaimana mencari kata yang pas buat menggambarkan kejengkelanku pada para pedagang dan sopir angkot di pasar Kebayoran Lama. Mereka sama sekali tidak mau perduli dengan orang lain. Mereka –atas nama mencari rezeki- seenaknya saja memakan badan jalan. Mereka –atas nama kemiskinan- seolah memiliki hak untuk merampas hak orang lain yang akan melewati jalan raya.

Menurutku, apa yang mereka lakukan adalah perampasan. Dan tidak ada pembenaran apapun untuk perampasan itu.

Berapa biaya bahan bakar ekstra yang harus dikeluarkan setiap orang yang harus berjuang melewati kemacetan itu setiap hari.

Berapa banyak waktu yang tersita untuk melewati jalan itu. Berapa waktu yang seharusnya dapat dipakai untuk sekedar bercengkrama dengan anak-anak dan keluarga, telah mereka rampas, atas nama mencari sesuap nasi?

Parahnya lagi, aparat sepertinya tidak berdaya.

Trantib? Aduh, no comment deh…

Polisi? Apalagi… bagi para sopir angkot, harga polisi kita tidak lebih dari 20 ribu rupiah saja, semua pasti beres.

Belum lagi LSM yang menggunakan pembenaran “membela wong cilik” yang akan terus memprovokasi. Maklum, makin banyak penggusuran berarti makin banyak proposal yang dibuat untuk bisa dapat uang dari donor di luar negeri… atas nama HAM dan demokrasi… Seolah-olah pengguna jalan yang lain -seperti saya- tak punya hak asasi, tak mengerti demokrasi….

4 Komentar leave one →
  1. roely permalink
    November 9, 2007 10:55 am

    Ya wis mas, gak usah lewat situ aja… atau pake motor yang tidak memakan tempat. Satu motor minimal bisa mengangkut 50% kapasitasnya, mobil biasanya hanya 10%-20% karena cuma diisi1 – 2 orang, padahal dengan besar badannya yg memakan jalan itu, bisa mengangkut 7 orang bahkan lebih

  2. November 9, 2007 11:04 am

    @roely
    Saya sudah pindah rumah Mas, dan gak lewat jalan situ lagi setiap hari. Paling-paling kalo hari libur mau main ke rumah mertua🙂 Btw, thanks udah mampir.

  3. April 18, 2008 1:08 pm

    Huh emang nih pasar kebayoran lama, sampe sekarang juga masih begini, macetttttt, apalagi kalau pagi ada truk sampah besar yang bikin macet, terus kalau pulang, rasanya pingin banget punya sayap, terbang, ngelewatin Jembatan layang diatas pasar kebayoran lam..hik..hik

  4. April 19, 2008 8:01 pm

    @Rayya
    masih suka lewat ya?
    Saya udah jarang, sejak pindah ke Bintaro🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: