Skip to content

May Day; Mereka Hanya Minta Dihargai

Mei 1, 2007

Sayup terdengar riuh rendah suara, cukup untuk menggetarkan hatiku di balik kaca gedung tinggi ini. Aku bisa merasakan kepedihan itu, kegelisahan itu. Mereka hanya ingin dihargai, sebagai manusia. Mereka coba mengetuk nurani kita yang makin tak peka.

BBM naik, harga listrik menyengat, harga beras bersaing dengan harga emas, harga minyak goreng terus digoreng.

Apa yang bisa kuperbuat kawan. Aku tak punya tongkat Musa, yang bisa membuat jalan kalian lebih lebar untuk bisa terus berjuang. Tubuhku terlalu kecil untuk bisa menyumbat lumpur itu. Selalu kutemukan seruan kencang di radio, koran, televisi karena semua harga membumbung tinggi, kecuali harga diri

Harga Diri? Milik bangsa ini telah diobral habis dikaki tuan-tuan kapitalis. Harga diri kita kita tak lebih mahal dari nasi aking yang terpaksa kalian makan.

Anak-anak kehilangan masa depan, mereka datang ke sekolah untuk kemudian mati dipukuli. Masa depan? Masa depan apa? Di depan kita tak ada apa-apa.

Ya Allah…
Aku lihat di televisi
Artis cantik bernyanyi minta Engkau berkati

Ya Rabb,
Jika si cantik itu Engkau berkati
Kawan-kawan buruh juga mau bernyanyi di televisi…

4 Komentar leave one →
  1. Mei 1, 2007 5:51 pm

    wah ngena semua gosip di tipi nih,.. eh salah fakta dink!🙂

  2. Mei 2, 2007 7:07 am

    gak cuman tipi, blog juga kok…

  3. Mei 3, 2007 12:40 am

    Di tempat kami rata-rata buruh bergaji 700 ribu perbulan dengan jam kerja 8 jam. Ada juga 12 jam per hari dengan gaji 1,2 juta per bulan. Kalo pas sakit hati terasa ikut trenyuh.

  4. Mei 3, 2007 7:32 am

    Iya Cak…
    banyak juga pekerja outsourcing di kantor yang kami lihat cukup baik dan beberapa kali diajukan jadi permanent employee, tapi di-reject sama management.

    Sebagian besar perusahaan besar di Indonesia memang maunya level klerikal itu di-outsource. Memang lebih efisien sih, tapi memang jadi kasian sama mereka. Masa depannya jadi gak menentu gitu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: