Lanjut ke konten

KTA = Kredit Tanpa Angsuran

Agustus 2, 2007

Hampir setiap hari saya -seperti halnya Anda- mendapat telepon dari berbagai Bank yang menawarkan kredit tanpa agunan. Produk ini punya nama macam-macam, ada yang menggunakan nama generik seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau Kredit Instan Tanpa Agunan (KITA), ada juga juga yang menggunakan nama yang lebih trendy, seperti Personal Loan atau Loan on Phone.

Bijaklah Dalam Berhutang

Meski punya banyak nama, produk ini tetap sama, yaitu kredit multi guna yang bebas agunan. Pemberian kredit semata bersandar pada credit scoring berdasarkan perhitungan debt burden ratio yang didukung pengecekan ekternal, baik berupa keabsahan identitas dan domisili maupun rekam jejak calon debitur selama berhubungan dengan bank. Baik melalui BI checking maupun pengecekan pada daftar hitam penerbit kartu kredit seperti Visa atau Mastercard.

Pada dasarnya, KTA ini punya banyak sekali peminat. Maklum, selain syaratnya mudah, juga karena selalu dibumbui janji-janji proses yang cepat. Namun, banyak yang tidak sadar, betapapun mudahnya pinjaman ini, ada harga yang harus dibayar, yakni tingginya suku bunga yang dikenakan pada debitur.

Mengapa mesti tinggi? Jawabnya mudah, risiko kredit seperti ini sangat tinggi. Dalam istilah perbankan, kredit seperti ini di sebut clean loan. Clean artinya bank tak punya jaminan apa-apa selain reputasi si debitur. Jika debitur default atau gagal bayar, maka bank tak punya second way out berupa jaminan seperti kredit secara umum. Tingginya risiko inilah yang dicadangkan bank dengan memasukkannya ke dalam pricing, yaitu suku bunga yang dibebankan ke debitur.

Karena tingginya suku bunga, maka kredit model ini biasanya kurang laku bagi orang-orang yang tidak dalam kondisi kesulitan. Sebaliknya, kredit model ini sangat membantu bagi mereka yang sedang desperate untuk mendapatkan uang karena adanya kebutuhan yang mendesak. Karena tingkat suku bunga ini juga, saya tidak merekomendasikan kepada mereka yang ingin ambil kredit karena sekedar ingin membeli sesuatu yang tidak penting, misalnya sekedar mau beli gadget keluaran terbaru. Hasrat konsumtif hanya akan membuat diri kita dalam kesulitan kelak kemudian hari.

Apabila kita memutuskan untuk mengambil kredit ini, perlu diingat bahwa kita harus memiliki kejelasan tentang sumber pembayarannya. Misalnya, kita bisa menyisihkan dari pendapatan bulanan. Jika kita sudah menghitung dan cicilan tersebut tidak sampai mengganggu cash flow bulanan dan kehidupan sehari-hari, maka boleh-boleh saja mengambil kredit ini.

Kenyataannya, banyak orang yang tergiur mengambil kredit ini semata karena tergoda mudahnya proses mendapatkan kredit dan lupa akan kemampuan. Hasilnya adalah kesulitan yang dihadapi. Apalagi ada juga sebagian orang yang memang punya itikad tidak baik sejak awal, alias sengaja mau ngemplang demi penampilan dan life style yang up do date.

Nah, karena bank tak punya jalan keluar lain selain cicilan debitur, maka setiap ada indikasi ke arah gagal bayar, misalnya keterlambatan, bank akan cepat bertindak untuk menagih, biasanya melalui pihak ketiga yang ditunjuk. Pihak ketiga ini sering kita kenal sebagai debt collector. Karena debt collector ini bukan karyawan bank yang bersangkutan dan biasanya memiliki latar belakang pendidikan yang tidak begitu tinggi, maka cara-cara yang dipakai atau bahasa yang digunakan dalam menagih hutang menjadi kasar dan terkesan tidak sopan. Akibatnya banyak keluhan mengenai debt collector yang sering dianggap tak punya manner dalam bekerja.

Sekarang semua terserah kita. Apakah kita mau diumpat dan dimaki oleh debt collector? Jika tidak, maka hati-hatilah. KTA itu akronim dari Kredit Tanpa Agunan, jangan diubah menjadi Kredit Tanpa Angsuran

About these ads
23 Komentar leave one →
  1. Agustus 3, 2007 3:34 pm

    pertama tergiur karena kata-kata “tanpa agunan”

    wah ternyata sudah dibebankan ke debitur, tims mas, sangat mencerahkan!

  2. Agustus 3, 2007 3:48 pm

    Begitulah Cak Peyek. Namanya juga jualan, maka bungkusnya mesti menarik :)

  3. Agustus 3, 2007 4:28 pm

    :lol:
    Bantu jadi panitia ya Mas?

  4. Agustus 3, 2007 4:36 pm

    liat dulu ya, Mas.
    konsepnya, tujuannya, prinsip dasarnya, n tata tertibnya.
    ntar kalo cocok, saya baru mau join :)
    bikin aja postingan yang menjelaskan semua. kalo emang tujuannya bagus, pasti banyak yang gabung :)

  5. Agustus 4, 2007 6:12 am

    ngiler dan ngiler serta ngiler liat iklan yang ditawarkan..
    kalo ga hati2 bisa terlilit tujuh turunan kayaknya ya mas :)

  6. Agustus 6, 2007 7:03 am

    iya, belum lagi malu kalo digedor-gedor debt collector n tetangga tau semua kalo terlilit utang :P

  7. doeytea permalink
    September 5, 2007 1:54 pm

    Memang untuk mengambil kredit dari bank kita harus cermat akan suku bunga dan biaya lain yang dibebankan. Kalau saya biasanya menghitung dulu suku bunga efektif nya kemudian bandingkan dengan kondisi tingkat bunga sekarang. Nah, karena selalu saya hitung seperti ini akhirnya saya enggak pernah jadi ambil kredit :) .

  8. September 5, 2007 2:11 pm

    Untuk kredit jenis ini (KTA) biasanya menggunakan sistem bunga flat, Mas. Selain hitungannya lebih mudah, hasilnyapun lebih menguntungkan buat si Bank. Kalo suku bunga efektif itu bunga dihitung berdasarkan pokok hutang tersisa di bulan itu, sedangkan kalo flat, buka dihitung dari pokok hutang awal.

  9. boroxox permalink
    Januari 24, 2008 11:03 am

    btw, ada yg tau bunga nya gak???
    klo cuma 1.5% perbulan nya sih boleh dicoba. Soalnya gw lagi mau buka rental neh…

  10. Januari 24, 2008 11:29 am

    @boroxox
    coba aja browsing ke website nya bank-bank yang menawarkan fasilitas KTA ini, Mas. Misalnya Citibank (Citifinancial), HSBC, Mandiri, atau ABN Amro.

    pesen saya sih, hitung lagi secara hati-hati ya :)

  11. Juli 21, 2008 10:29 am

    kta bila dipakai untuk usaha bagus juga mas. apalagi bila hitungan hasil usahanya lebih tinggi dari bunga kta.

  12. Juli 21, 2008 10:39 am

    @xdonie
    betul, boleh saja KTA menjadi modal usaha sepanjang return nya bisa dihitung dan menguntungkan.

    tulisan saya di atas semata-mat mengingatkan kita semua “bahaya” nya KTA untuk sekedar konsumsi yang tidak perlu.

    terima kasih komentarnya ya:)

  13. Agustus 4, 2008 11:36 am

    Segala sesuatu memiliki dua sisi: positif dan negatif, tergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Sama halnya dengan pinjaman. Pinjaman yang baik, bila kita mampu mengelolanya, sehingga biaya untuk pinjaman tersebut (bunga, provisi dll) dapat ditutupi oleh hasil usaha dari pinjaman tersebut.
    Referensi untuk pengajuan pinjaman tanpa agunan, sekaligus dibantu melunasinya! bisa di lihat di: http://www.ktaplus.wordpress.com
    Semoga bermanfaat

  14. Refly permalink
    Agustus 20, 2008 12:24 am

    Ya semua itu tergantung dari latar belakang kita berbicara mengomentari ini itu.bicara seorang profesional beda dgn seorang petani mengenai KTA /KK, bicara seorang mahasiswa /pelajar juga munkin beda dgn Pekerja mengenai KTA/KK. Jadi singkat kata tdk ada kebenaran mutlak dan tidk ada kesalahan mutlak.

  15. Agustus 20, 2008 8:10 am

    @refly
    Yup, kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT. Posting di atas adalah pendapat pribadi dengan kebenaran yang subyektif. Seperti saya tegaskan di halaman awal blog ini; kita terlahir merdeka sehingga merdeka pula mengemukakan pendapat secara baik dan civilized :).

  16. liyut keren permalink
    Agustus 29, 2008 6:59 am

    Pengalaman saya, para profesional yang melayani pemberian kredit ini tidak memastikan bahwa calon nasabah (bukan calon korban) betul-betul memahami transaksi kredit yang dilakukan (tentunya termasuk besarnya bunga).

    Ayah saya seorang bankir, dan menurut beliau satu lembaga keuangan pemberi kredit baru bisa betul2 disebut profesional jika selalu memastikan bahwa calon nasabahnya (baik itu petani, pedagang, mahasiswa,pekerja/eksekutif) betul2 memahami transaksi kredit yang akan dilakukan. Dan bukannya membiarkan calon nasabah berusaha memahami (secara cukup) berdasarkan latar belakang mereka masing2 tanpa penjelasan yang memadai.

    Sekarang ini banyak petani yang profesional dan tidak sulit menjelaskan pada mereka soal bunga dan transaksi kredit. Tinggal pekerja di sektor keuangannya (yang memiliki kewajiban menjelaskan dan memastikan kecukupan paham calon nasabah sebelum akad kredit), profesional atau tidak.

    Sayangnya, bahkan banyak orang perbankan yang tidak tahu arti profesional, bahkan ada yang mengira antara petani dan profesional adalah sesuatu yang bertolak belakang.

  17. Agustus 31, 2008 10:14 am

    @liyut keren
    begitulah, sekarang ini, kalo kita bicara profesionalisme, tak cuma bankir yang kurang profesional. bahkan penjual makanan pun menipu konsumennya. Aparat negara pun tak profesional.
    Jadi?

  18. ray permalink
    Desember 7, 2008 10:34 am

    kalau ksh komentar yg bener ! sembarangan !

  19. Slamet RBS permalink
    Februari 18, 2009 10:07 pm

    @liyut keren, ane setuju ma pendapat ente………

    Apapun pendapat mengenai KTA, tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Untuk yang mengajukan KTA hanya dengan modal nekat, ane sarankan JANGAN!!! KTA adalah product finance untuk anda yang benar-benar mengerti dan paham bagaimana me-manage keuangan pribadi. Debt collector bukan monster perbankan seperti yang ada dibenak anda selama ini. Jika anda merupakan debitur/nasabah yang tertib melakukan kewajiban pembayaran angsuran tiap bulannya, ane berani sumpah anda tidak akan pernah bertemu dengan monster bernama “debt collector”. Monster ini hanya akan menyapa mereka yang nakal dan mencoba lari dari kewajibannya.

  20. Slamet RBS permalink
    Februari 18, 2009 10:13 pm

    @mas n0vri, ane numpang bagi-bagi info yuah……

    Bagi anda yang membutuhkan dana tunai TANPA JAMINAN,
    dengan syarat sangat mudah,
    bunga sangat ringan,
    proses sangat cepat,
    coba product kami “PERSONAL LOAN RBS”

    Info selengkapnya, silahkan email: slam.riyadi@gmail.com

    Thanks a lot mas………. :)

  21. Danny permalink
    Maret 4, 2009 11:18 am

    Menurut saya KTA bukanlah product yang menakutkan atau merugikan, semua tergantung pada konsumen sendiri. Benar bunga KTA relatif lebih tinggi dibandingkan bunga dengan angunan seperti KPR atau KPM.
    Saat ini bunganya berkisar 0,99% s/d 1,75% flat perbulan.
    Jika ada kebutuhan kita harus mencari dana mulai dari bunga yang paling rendah jika perlu tanpa bunga misalnya meminjam dari kantor atau saudara, jika masih belum dapat pinjamlah dengan menggunakan angunan seperti rumah atau mobil atau kendaraan karena bungannya lebih ringan tapi ada kelemahannya juga karena harus membayar biaya lain2nya seperti provisi, administrasi dan asurasnsi. Menurut saya KTA cocok digunakan untuk dana yang sedanga 10-50 juta dengan range pinjaman mx 24 bulan. Daripada pinjam ke rentenir bunganya bisa 10% perbulan.

  22. Maret 9, 2009 5:28 pm

    @Danny

    Seperti saya uraikan dalam artikel di atas, pada dasarnya boleh saja mengambil kredit ini, sepanjang memang diperlukan atau untuk hal yang bersifat produktif.

    Namun jika hanya sekedar untuk menunjang gaya hidup seperti untuk membeli gadget terbaru yang belum tentu diperlukan, maka sebaiknya dihindari karena memang rate nya sangat tinggi.

  23. poppy permalink
    November 18, 2009 3:32 pm

    mas Novri mau tanya donk..kira2 5 th yg lalu saya bermasalah dengan kartu kredit,dan saya sudah melunasi beberapa kali cicilan ke seorang debt collector yg tiap bulan mendatangi saya,kemudian tahun ini saya coba mengajukan KTA ke bank Mandiri dengan menggunakan KTP yg sama,saya sudah di verifikasi oleh bank mandiri,dan mereka menanyakan apakah saya masih memiliki kartu kredit tersebut,saya bilang tidak lagi,yg ingin saya tanyakan,apakah pembayaran pelunasan kartuk redit saya yg melalui debt collector dulu sampai ke bank ybs?apakah nama saya tetap ada dalam daftar black list sehingga permohonan KTA saya tidak mungkin disetujui?apakah data2 terbaru saya yg saya berikan ke mandiri akan di informasikan lagi atau bisa di akses oleh bank kartu kredit yg bermasalah dgn saya dulu?mohon pencerahannya niy mas…makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: