Skip to content

Bunda, Saya Rindu

September 7, 2007

Malam telah sepi ketika bayangmu tiba. Arung ingatan tentangmu menyisakan bulir di ruang mataku. Detik demi detik berlalu dan kutenggak pahit kenanganmu.

Dalam temaram, aku mencoba bersenandung mengeja waktu, terbayang masa kanak-kanak dulu, berlari sepulang sekolah, berbagi cerita selagi kata belum habis. Kini, kudapati pias ketiadaanmu masih saja menyiksaku. Aku membeku, teraduk sisa waktu, kenangan, dan peristiwa. Lantas di mana rasa rindu ini sanggup kumusnahkan?

Sambil berwudhu membasuh wajah, aku menemukan banyak-banyak senyummu. Terkenag Bunda selalu membasuh sisa wudhu ke wajahku; mengalirlah doa tulusmu ”ya Allah jadikan cahaya-Mu sebagai bimbingan dalam hidup anakku”

Sementara kini air mataku jatuh pada hitam ujung sajadah. Terus, hingga guncangannya pepatkan seluruh dadaku.

Saya rindu Bunda. Masih membawa bayangmu di Jakarta yang sepi ini. Pergilah dalam doaku yang parau. Ijinkan aku simpan sisa kenanganmu, pada detik bayangmu menghampiriku.

Ya Allah, tempatkan Bunda di tempat terbaik disisimu…

4 Komentar leave one →
  1. September 10, 2007 1:39 am

    😦
    aminn, semoga bunda mas n0vri dan semua orang ditempatkan disisi-Nya😦

  2. September 12, 2007 7:40 am

    Thanks, Al…

  3. qnanthy permalink
    November 30, 2007 4:22 pm

    mizz my grandma too…

  4. Desember 1, 2007 5:07 pm

    @qnanthy
    Thank you, my dear niece🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: