Skip to content

Komisi Perlidungan Koruptor?

Desember 6, 2007

Semalam, DPR RI melalui Komisi III memilih Antasari Azhar, mantan Kepala Kejaksaaan Negeri Jakarta Selatan menjadi Ketua KPK yang baru. Menurut para aktivis yang banyak dikutip media, kredibilitas dan integritas yang bersangkutan dipertanyakan dan track record nya dalam pemberantasan korupsi nyaris tidak ada. Semua orang, termasuk saya, kaget campur kecewa.

Saya tak mengenal Antasari Azhar secara pribadi, tidak juga punya data yang lengkap mengenai track record beliau. Namun saya ikut kecewa atas terpilihnya beliau sebagai Ketua KPK, karena dengan hadirnya mantan jaksa –apalagi pernah di Jakarta Selatan- maka harapan saya kepada KPK untuk bisa berprestasi menghajar korupsi pupus sudah. Saya memang punya stereotip buruk terhadap jaksa, seperti persepsi saya pada hakim dan polisi.

Hampir semua orang di Jakarta mahfum, betapa para pengusaha besar paling senang berperkara di Jakarta Selatan, konon, di Jakarta Selatan, semua lebih mudah diatur, asal kita punya uang. Urusan benar salah bisa diubah menjadi urusan harga perkara. Semoga cerita ini bohong belaka.

Terpilihnya mantan Jaksa membuat saya pesimis, apakah mafia peradilan di Indonesia yang amat sangat korup bisa berantas. Esprit de Corps alias semangat korps bisa menjadi batu sandungan untuk menyingkirkan mafia peradilan Indonesia. Kekuasaan Komisi Yudisial telah diberangus secara sistematis melalui Mahkamah Konstiutusi yang membuat MA dan para hakim tak lagi bisa dikontrol pihak luar, kini, KPK pun telah ’jatuh’ ke tangan para jaksa.

Semakin jelas bahwa DPR sama sekali bukan representasi rakyat, DPR merepresentasi elit partai politik yang sibuk mengamankan kepentingan masing-masing. Tak peduli kepentingan rakyat digadaikan, asal mereka semua bisa kebagian jatah, lalu senang-senang.

Keputusan DPR memilih ketua KPK yang baru, keputusan MK untuk menghapus kewenangan KY terhadap hakim, dan banyak keputusan lain yang tak sesuai dengan tuntutan rasa keadilan, membuat saya makin pesimis terhadap masa depan bangsa ini.

KPK telah memiliki Ketua yang baru. Banyak yang mempertnyakan kredibilitas dan integritas Ketua KPK yang baru itu. Saya cuma bisa berdoa semoga KPK tak akan berubah nama menjadi Komisi Perlindungan Koruptor.

5 Komentar leave one →
  1. Faiz di Chicago permalink
    Desember 6, 2007 2:19 pm

    seperti biasa, golkar takut diobok-obok, makanya yang dipilih adalah calon yang bisa diajak kompromi ama golkar🙂

  2. Desember 6, 2007 2:37 pm

    @faiz yang lagi di Chicago
    Golkar memang memiliki anggota terbanyak di Komisi III, dan mereka berhasil mengumpulkan banyak anggota Komisi III dari partai lain di Four Seasons beberapa hari sebelum pemilihan, itu sebabnya detikcom menulis bahwa nama Antasari Azhar sudah terdengan bakal menang sejak sehari sebelum pemilihan. Betul begitu atau nggak, wallahu’alam.

  3. ad hominem permalink
    Desember 7, 2007 8:50 am

    Bubarin aja KPK daripada bayar orang untuk melindungi koruptor!

  4. Desember 10, 2007 7:42 pm

    kalau memang terbukti ketua dan anggota yang baru tidak bisa meningkatkan kinerja dan membuka serta melanjutkan kasus-kasus yang telah dikerjakan oleh Taufikrahmanruqi dkk salahsatunya kasus korupsi dinasti cendana,dana-dana yang diparkir di luar negeri seperti singapore dan negara eropa lainnya maka seharusnya kita bisa minta KPK ini di bubarkan,buat apa dilanjutkan kalau masih saja tidak ada peningkatan dana korupsi yang diselamatkan KPK lebih baik gaji dari para karyawannya dibagi-bagikan kepada rakyat jelata yang sangat membutuhkan betul tidak ?

  5. Desember 11, 2007 7:44 am

    @ad hominem & ervanca
    kalo memang terbukti, betul juga, sebaiknya dibubarkan aja. kita bayar mereka dan memberi mereka fasilitas -lewat pajak- tapi yang dibayar malah melindungi koruptor😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: