Skip to content

Binar Dinar yang Pudar

Desember 18, 2007

Beberapa waktu lalu, kita sempat dihebohkan dengan adanya issue untuk investasi dalam bentuk Dinar Iraq (IQD). Dalam cerita dan ajakan investasi itu disebut bahwa sebelum perang kurs IQD 1 = USD 3, saat ini kurs yang berlaku adalah USD 1 = IQD 1214.7 sesuai converter ini.

Mungkinkah mengalami Sanering?

Dalam ajakan investasi itu, asumsi yang dipakai adalah rencana AS keluar dari Iraq dan bangkitnya ekonomi negara penghasil minyak itu sehingga mata uangnya akan menguat secara signifikan terutama terhadap hard currencies khususnya USD. Dengan asumsi bahwa penguatan IQD bisa mendekati nilai kurs seperti sebelum perang, maka investasi yang saat ini kita tanam akan bisa berkembang berlipat-lipat.

Misalnya, saat ini kita membeli IQD 1 = IDR 8 (kurs hasil konversi, kurs resmi tidak ada karena IQD tidak diperdagangkan secara resmi di Indonesia, di pasar gelap gelap bisa saja jauh lebih mahal), jika kita membeli seribu dinar (IQD 1000) seharga IDR 8.000 maka ketika kurs IQD kembali mendekati masa sebelum perang, katakanlah IQD = 5 USD, maka uang kita yang awalnya hanya 8 ribu rupiah akan sama dengan lima ribu dollar Amerika yang dengan kurs sekarang setara 47 juta rupiah (USD 1 = IDR 9.400).

Menggiurkan bukan? Itu dia yang membuat saya langsung berhenti tertarik! Dalam investasi ada adagium high risk = high return. Dengan ekspektasi return sebesar itu, maka risiko yang akan datang juga besar. Pun dengan investasi Dinar Iraq ini.

Mengapa?
Karena mengembalikan kondisi Iraq bukan perkara gampang. Ekonomi mereka benar-benar hancur dan politik domestik telah membelah Iraq menjadi dua kubu Syiah-Sunni yang tak mudah diminta duduk bersama. Ini membutuhkan waktu amat panjang untuk bisa bangkit. Banyak pihak seperti AS, Rusia, China, Iran, Israel, bahkan Turki –terkait keberadaan suku Kurdi di Iraq Utara- berkepentingan terhadap Iraq dan ingin menancapkan pengaruh dominan di negara itu. Jika Anda memang berniat untuk investasi dalam bentuk Dinar Iraq ini, maka Anda harus sadar ini adalah investasi jangka panjang.

Untuk kondisi jangka pendek ke depan, inflasi yang sangat tinggi membuat pemerintah Iraq harus mengeluarkan kebijakan yang extraordinary. Dan salah satu pilihan itu adalah sanering alias pemotongan nilai uang (money revaluation). Rumor yang saat ini menyeruak adalah Iraq akan melakukan sanering besar-besaran pada awal tahun 2008 ini dari IQD 1.000 menjadi IQD 1. Menurut desas desus tersebut, Menteri Keuangan Iraq akan melakukan sanering untuk menekan inflasi yang mencapai 60%. Dengan sanering maka inflasi akan bisa ditekan menjadi 16% saja.

Berita mengenai sanering ini telah dibantah, seperti dikutip website The Guardian ini. Namun, jika kebijakan ini jadi diambil maka uang Anda sebesar 8.000 rupiah tadi akan menjadi 8 rupiah saja. Itu kalau Anda berinvestasi 8 ribu rupiah, jika Anda berinvestasi 80 juta rupiah, maka awal tahun depan uang Anda akan menjadi 80.000 rupiah, dan Anda tak boleh marah; high risk high return!

6 Komentar leave one →
  1. andre permalink
    Maret 12, 2008 11:16 am

    iya tuh, banyak iklan baris di kompas nawarin dinar
    kirain emas, ternyata kertas ya…
    kurs USD aja turun terus, bukan karena fundamental Indonesia membaik, namun karena pencetakan uang ya? gitu ga nov?
    makanya sekarang kalau punya uang mending beliin dinar emas aja. jangan disimpan di bank (ups.. hehe, sorry lho bos novri)

  2. Maret 12, 2008 12:21 pm

    @Andre
    kurs USD turun dibanding mata uang lain terutama Euro karena memang fundemental ekonomi AS lagi lemah pasca runtuhnya portfolio berbasis sub-prime mortgage yang sampai sekarang seperitnya belum selesai.

    Soal investasi emas, memang selama ini dianggap emas paling aman karena nilainya yang terus naik. Cuma hati-hati aja karena mulai banyak yang menjadikan emas sebagai alat spekulasi. nah, kalo emas sudah jadi komoditas spekulasi, nilainya gak akan stabil lagi, bisa juga tiba-tiba susut. Wallahu’alam.

  3. andre permalink
    Maret 12, 2008 10:40 pm

    setuju bahwa emas pun harganya akan naik turun sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan.
    Namun dibanding dengan instrumen investasi lain, bukankah emas yang paling stabil?
    Hal ini pun sesuai dengan prinsip high risk high return pada tulisan di atas.
    Sebagai contoh: pada jaman nabi s.a.w harga satu ekor domba kurang lebih 1 dinar emas. Sampai dengan hari ini pun harga binatang yang sama tetap. Bukti bahwa nilai emas itu tetap.

  4. Maret 13, 2008 7:55 am

    @Andre
    emas memang so far paling stabil, soal contoh, aku bisa bisa komen since I don’t know the current value of 1 dinar emas, apakah sama dengan 1 juta seperti harga domba saat ini?

    salam.

  5. andre permalink
    Maret 14, 2008 10:22 pm

    mungkin bisa di cek disini:
    http://www.geraidinar.com/

    fyi, Dinar Islam adalah Emas 22 Karat seberat 4.25 gram dengan harga per tanggal 14 Maret 2008 adalah Rp1.275.900,00 (selling)

    ‘Alaykum salam

  6. n0vri permalink
    Maret 15, 2008 9:12 am

    @Andre
    thanks atas infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: