Skip to content

Lagu Basbang

Desember 28, 2007

Ternyata, teknologi bisa membuat isi lagu jadi basbang alias basi banget. Dalam perjalanan pulang tadi malam, seperti biasa saya menyetel radio di mobil. Entah stasiun radio apa, tapi radio itu terus memutar lagu-lagu yang hits di tahun 90-an. Saya sih senang-senang aja, ingat sewaktu jaman kuliahan dulu. Kemudian terdengarlah lagu KLA Project, “Belahan Jiwa”;

Membaca lagi surat-suratmu, hatiku jatuh rindu
Tak sadar pada langit kamarku, kulukis kau disitu
…………………………………
Pena-mu bicara, menembus ruang menyapa sukmaku
…………………………………

Awalnya saya ikut-ikutan bersenandung, maklum jalanan masih lancar. Tapi baru tersadar tenyata jika dilihat kondisi aktual sekarang, lagu ini sudah tidak ”aktual” lagi. Kalau seandainya lagu ini di-remake (seperti lagu Koes Plus ”Andaikan Kau Datang” yang dengan apik di-remake melalui suara merdu Ruth Sahanaya), pasti anak-anak sekarang akan bilang; ”Hari gini masih surat-suratan?”

Jaman sekarang, mana ada sih sepasang kekasih yang surat-suratan? Kalo kangen kan tinggal telpon, atau paling tidak sms. Bisa chatting, atau setidaknya kirim e-mail. Lebih cepat dan dijamin privat. Mungkin biar up to date, jika hendak di-remake, lagi itu mesti diubah;

Membaca lagi imel-imel mu, hatiku jatuh rindu
Tak sadar pada langit kamarku, kulukis kau disitu
…………………………………
sms-mu bicara, menembus ruang menyapa sukmaku
…………………………………

Nah, kalo gitu mungkin masih cukup bisa mewakili kondisi sekarang. Teknologi memang bisa mengubah aktualitas lagu. Tak usahlah kita jauh-jauh kembali ke awal tahun 90-an, tapi cobalah apakah Anda masih ingat lagu ini:

Tit tit tit tit, pagerku berbunyi
Tit tit tit tit, begitulah bunyinya

Lagu itu dulu lumayan populer, lebih baru dibanding “Belahan Jiwa”-nya KLA Project. Tetapi kalo sekarang dinyanyikan lagi, kan rasanya jadul banget. Pager, apaan tuh? Bukannya itu buat batas antar rumah?

Sekarang kita mundur agak jauh ke belakang, seandainya lagu yang pernah populer di awal tahun 80-an, ”Sahabat Pena” diperdengarkan lagi, bisa jadi bahan ketawaan kali… Hari gini ada sahabat pena? Yang ada sahabat chatting….

Mungkin juga dua puluh tahun lagi, anak atau cucu Anda bingung dan ingin tahu SMS itu apa. Hal ini terjadi karena mereka melihat kakek-neneknya asyik goyang sambil nyanyi; ”Bang SMS siapa ini Bang…..”

2 Komentar leave one →
  1. Januari 6, 2008 11:09 pm

    hahahahaha… lucu bang.. hayalan bang novri jauh juga nih.. jangan2 besok2 nge-blog gratisan dianggap barang kuno kali yah

  2. Januari 11, 2008 11:16 am

    @almas
    sorry, komen-mu yang ini juga disaring akismet. Kayaknya ngeblog gratisan bakal jadi sejarah juga, tapi semoga jangan terlalu cepet, he he he.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: